Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Jadi Wapres Perempuan Pertama AS, Harris: Saya Tidak Akan Jadi yang Terakhir

Djanti Virantika , Jurnalis-Minggu, 08 November 2020 |11:25 WIB
Jadi Wapres Perempuan Pertama AS, Harris: Saya Tidak Akan Jadi yang Terakhir
Wakil Presiden Terpilih AS Kamala Harris. (Foto: Reuters)
A
A
A

WILMINGTON – Terpilihnya Kamala Harris sebagai Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) telah mengukir sejarah baru. Ia mencatatkan namanya sebagai wapres perempuan pertama di Amerika Serikat.

Mendapati kondisi ini, Kamala Harris tentu saja merasa senang dan tersanjung. Ia pun berharap bahwa di masa depan ada lagi perempuan-perempuan lainnya yang bisa mengikuti jejaknya dalam memimpin Amerika Serikat.

BACA JUGA: Profil Kamala Harris, Wapres Wanita Kulit Hitam Pertama di AS

Hal ini disampaikan Harris dalam pidato kemenangannya yang digelar di Wilmington, Delaware, Minggu (8/11/2020) pagi WIB. Dalam kesempatan itu, ia juga mengajak anak-anak di seluruh Amerika Serikat untuk menggantungkan mimpinya setinggi langit. Sebab, negaranya telah terbukti membuka lebar untuk mewujudkan beragam mimpi, tanpa memandang gender ataupun ras.

“Meskipun saya mungkin perempuan pertama di jabatan ini, saya tidak akan menjadi yang terakhir. Karena setiap gadis kecil yang menonton malam ini melihat bahwa ini adalah negara penuh peluang,” ujar Harris dalam pidato kemenangannya, Minggu (8/11/2020).

“Dan kepada anak-anak di negara kami, apa pun jenis kelamin Anda, negara kami telah mengirimi Anda pesan yang jelas: Bermimpilah dengan ambisi, pimpin dengan keyakinan. Kemudian, kami akan memuji Anda di setiap langkahnya,” lanjutnya.

BACA JUGA: Menyoroti Peran Wapres AS Sebagai "Pengganti" Dikala Presiden Berhalangan

Dalam kesempatan itu, Harris juga menyampaikan tekadnya untuk memperjuangkan para perempuan di Amerika Serikat. Ia berharap kesetaraan, kebebasan, dan keadilan bisa berlaku untuk semua pihak, tanpa harus memandang gender ataupun ras.

“Jadi, saya memikirkan tentang generasi perempuan, perempuan kulit hitam, perempuan Asia, kulit putih, Latin, dan pribumi Amerika sepanjang sejarah bangsa kita yang telah membuka jalan untuk momen malam ini,” tutur Harris.

“Perempuan yang berjuang dan berkorban begitu banyak untuk kesetaraan, kebebasan, dan keadilan untuk semua, termasuk perempuan kulit hitam, yang terlalu sering diabaikan, tetapi sering membuktikan bahwa mereka adalah tulang punggung demokrasi kita,” lanjut perempuan berusia 46 tahun itu.

(Rahman Asmardika)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement