KH Lukman menjelaskan, elama wabah pandemi Covid-19, Pesantren Tebuireng telah memberlakukan pembelajaran daring (online). Namun karena pesantren saat ini menyediakan seluruh infrastruktur yang dibutuhkan sesuai standar protokol kesehatan, pihaknya memutuskan mendatangkan seluruh santrinya agar bisa mengikuti pembelajaran langsung di pondok.
Kedatangan 6.000 santri Tebuireng, menurut KH Lukman, dilakukan secara bertahap dengan jumlah rata-rata 200 hingga 300 orang per harinya.
Dengan melakukan tes swab pada santri yang datang, pesantren ingin memastikan para santri tersebut tidak terjangkit virus corona yang dikhawatirkan akan menular pada santri lainnya.
(Qur'anul Hidayat)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.