Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Mengenang Perjuangan Kolonel Sentot, Komandan Pasukan Setan yang Kebal Peluru

Fahmi Firdaus , Jurnalis-Selasa, 10 November 2020 |14:43 WIB
Mengenang Perjuangan Kolonel Sentot, Komandan Pasukan Setan yang Kebal Peluru
foto: ist
A
A
A

“Sementara kita anak buah yang lain tiarap, dia mah berdiri terus. Perintah maju sini, maju sana, kayak orang ngangon bebek. Boro-boro ditembak dari jauh, ditembak dekat dari jendela pakai Bren sama DI aja enggak apa-apa. Pelurunya pada ngampar di bawah dan cuma diketawain aja sama Pak Sentot,” tuturnya.

Setelah pengakuan kedaulatan Belanda terhadap RI pada 27 Desember 1949, Kaswinah diberhentikan. Bukan karena indisipliner atau dipecat tidak hormat, tapi Kaswinah diberhentikan oleh Sentot agar tetap bisa melindungi keluarganya di kampung.

Tahun 1949 ketika sudah dianggap aman (tidak lagi perang dengan Belanda), saya dibilangin untuk tidak usah ikut tentara lagi. Dibilangin: ‘Kamu temenin bapak kamu jadi kepala desa’. Terus dikasih surat pemberhentian. Teman-teman yang lain dan masih pengin jadi tentara, dipindah ke Banten,” tandas Kaswinah.

MA. Sentot juga menolak diperlakukan istimewa saat masa tuanya. Pejuang sekaligus pahlawan Indramayu ini memilih hidup bersama rakyat di daerahnya. Saat wafat di Rumah Sakit Pertamina Cirebon pada 6 Oktober 2001, ia dimakamkan di TMP Cikutra, Kota Bandung, Jawa Barat.

(Fahmi Firdaus )

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement