Unik, Perayaan Maulid Ala Bugis Makassar Dimeriahkan Telur Hias

Herman Amiruddin, Okezone · Rabu 11 November 2020 22:33 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 11 609 2308158 unik-perayaan-maulid-ala-bugis-makassar-dimeriahkan-telur-hias-dJHYjMJMwm.jpg Telur hias meramaikan peryaan Maulid Nabi Muhammad (Foto : Okezone.com/Herman)

MAKASSAR - Peringatan dan perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan dimeriahkan dengan telur hias, aktivitas ini telah menjadi tradisi turun-temurun oleh warga di Jalan Andi Pangerang Pettarani, Kecamatan Turikale, Kabupaten Maros.

Warga begitu antusias membuat telur hias untuk disumbangkang ke Masjid. Hal ini untuk disumbangkan ke acara puncak peringatan dan perayaan maulid Nabi Muhammad SAW yang berpusat di Masjid Kaherul Umma Terminal Turikale, Maros.

Seorang warga Haji Bollo mengatakan warga membuat telur hias yang akan disumbangkan ke masjid untuk memeriahkan peringatan maulid Nabi Muhammad SAW. Dikatakan peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW untuk berbagi kegembiraan dengan sesama dengan memupuk solidaritas sosial.

"Jadi perayaan maulid ala masyarakat Bugis-Makassar ini harus dimaknai positif yang menunjukkan kemauan berbagi dengan sesama sebagai wujud kegembiraan pada hari kelahiran Nabi Muhammad SAW," kata Haji Bollo kepada Okezone Rabu (11/11/2020).

Aktivitas ini telah menjadi tradisi turun-temurun dari tahun ke tahun oleh warga Bugis Makassar khususnya di Kabupaten Maros.

"Kami membuatnya di rumah dan di kumpulkan dibawa ke masjid menggunakan mobil pikap," ujar Haji Bollo.

Haji Bollo mengungkapkan peringatan maulid nabi ini diawali dengan doa dan zikir bersama di Masjid Kaherul Umma Terminal Turikale. Setelah itu kata dia pihak panitia masjid membagi-bagikan makanan dan telur hias kepada para anak-anak dan masyarakat setempat di Masjid terminal Turikale, Kabupaten Maros.

Telur hias ini berasal dari sumbangan setiap warga yang memiliki kemampuan dari segi ekonomi yang berada di sekitar masjid. Mereka membuat aneka makanan yang melengkapi nasi dan beras ketan olahan yang kemudian dimasukkan di ember atau baskom.

Baca Juga : PKS Siap Kolaborasi dengan Habib Rizieq Wujudkan Revolusi Akhlak

"Jadi kita buat sendiri seperti beras ketan di dalam baskom dan ember yang sudah dihiasi dengan kertas warna-warni dan batang pisang untuk menancapkan telur hias hingga tinggi," jelas H. Bollo.

Setelah semuanya lengkap dan sudah menyerupai parsel, lalu dibawa ke masjid menggunakan mobil pik up untuk dikumpulkan oleh pihak panitia maulid di masjid.

"Jadi sampai di masjid kami bagi-bagikan ke warga dan anak-anak. Nanti ada panitia dari Da'i Kambtibmas yang awasi agar kayu tusuknya tidak mengenai anak-anak yang rebutan telur dimasjid," ungkap Haji Bollo.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini