JAKARTA - Dibukanya kembali ibadah umrah oleh Pemerintah Arab Saudi dinilai sebagai tanda bahwa adaptasi protokol kesehatan (prokes) saat pandemi Covid-19 berhasil diterapkan di Indonesia. Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin mengatakan hal ini merupakan kabar gembira bagi umat.
"Ini merupakan angin segar dengan dibukanya kembali ibadah umrah. Bisa kita simpulkan selama pandemi menjadi bukti kemampuan kita beradaptasi," kata Azis kepada wartawan di Jakarta, Kamis (12/11/2020).
Karena itu, Wakil Ketua Umum Partai Golkar itu berharap calon jamaah umrah dapat mengikuti seluruh syarat yang diatur dalam Keputusan Menteri Agama atau KMA Nomor 719 Tahun 2020 tentang Pedoman Penyelenggaraan Perjalanan Ibadah Umrah pada Masa Pandemi Covid-19.
"Kebijakan mengenai ibadah ke Tanah Suci diharapkan tetap mendapat pengawasan (pemantauan) dan evaluasi sesuai dengan perkembangan pandemi, baik di Indonesia maupun di Tanah Suci. Bahwa penerapan prokes secara efektif menurunkan risiko penularan Covid-19," ujarnya.
Baca Juga: 256 Jamaah Umrah Tiba di Bandara Soetta, 13 Masih Isolasi di Jeddah
Mantan Ketua Komisi III DPR itu juga meminta Kementerian Agama (Kemenag) untuk melakukan sosialisasi yang masif baik saat dan setelah jamaah tiba di Tanah Suci.
Harapannya setiap calon jamaah yang akan berangkat umrah adalah jemaah yang memenuhi persyaratan, baik dari sisi kesehatan maupun aturan yang diberlakukan Pemerintah Arab Saudi.
"Saya yakin Kemenag telah mengidentifikasi permasalahan sekaligus rumusan mitigasi dalam pelaksanaan Ibadah Umrah dan Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK)," ungkap Azis.
Selain itu, Azis meminta Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) dapat memulai atau menyusun rencana keberangkatan jamaah umrah tertunda Agar tidak ada lagi kegelisahan karena gagal berangkat.
(Abu Sahma Pane)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.