Mekanisme tersebut mewajibkan sekolah mengurangi kapasitas murid dengan cara mengatur jadwal masuk sesuai denga tingkatan kelas. Jika hal tersebut dijalankan, maka dalam satu hari hanya ada satu tingkatan yang akan melakukan kegiatan belajar mengajar tatap muka, sedangkan sisanya belajar dengan sistem darinh.
"Jadi dalam satu hari itu hanya ada satu tingkatan saja yang masuk, contohnya hari Senin yang masuk kelas 1, besoknya kelas 2, dan seterusnya. Masuk sekolahnya bergantian antar angkatan," ujarnya.
Sistem tersebut juga akan disesuaikan dengan fasilitas kelas yang dimiliki setiap sekolah. Kemudian, waktu belajar di sekolah juga akan dipersingkat dan tidak ada waktu istirahat untuk meminimalisir interaksi antar siswa.
"Kita pastikan fasilitas kelasnya cukup, karena kan per tingkatan. Lalu, untuk waktu belajar hanya 8 jam, tidak pakai jam istirahat, karena untuk meminimalisir interaksi," ungkapnya.
(Khafid Mardiyansyah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.