SEBANYAK 90 ribu orang mengajukan klaim pelecehan seksual kepada Boy Scouts of America, Organisasi Pramuka Amerika Serikat (AS) sebelum tenggat pada Senin (16/11/2020). Mereka menuduh pembina pramuka dan pemimpin lainnya melakukan pelecehan, dengan kebanyakan kasus terjadi pada 1960-an, 1970-an dan 1980-an.
Dalam beberapa tahun terakhir terjadi lonjakan tuntutan hukum terhadap organisasi tersebut setelah beberapa negara bagian memberlakukan perubahan undang-undang yang memperbolehkan mereka yang menjadi korban semasa anak-anak, mengajukan tuntutan hukum di kemudian hari.
BACA JUGA: Hadapi Rangkaian Tuntutan Pelecehan Seksual, Organisasi Pramuka AS Ajukan Kebangkrutan
Organisasi Pramuka mengajukan klaim bangkrut pada Februari untuk menyiapkan dana kompensasi bagi korban pelecehan, namun jumlah ganti rugi akan ditentukan berdasarkan negosiasi mendatang.
“Ini merupakan skandal pelecehan seksual terbesar di Amerika sejauh ini.,” kata pengacara Paul Moses kepada AFP.