JAKARTA - Epidemolog dari Griffith University Australia, Dicky Budiman meminta agar pemerintah melakukan penundaan jelang libur panjang akhir tahun.
Menurutnya, pelaksanaan libur panjang di berbagai daerah sangat berpotensi membuat penyebaran kasus corona meningkat dengan munculnya klaster baru.
"Pilkada, segala keramaian lainnya, libur panjang dihindari. Ditunda libur bersama ke tahun 2021 saat situasi lebih aman," kata Dicky kepada Okezone, Rabu (18/11/2020).
Baca juga:
Pesan Satgas Covid-19 ke Provinsi yang Kasus Positifnya tinggi
Vaksin Covid-19 Hanya untuk Orang Sehat
8 Provinsi Laporkan Lebih 100 Kasus Positif Covid-19, DKI Terbanyak Capai 1.037
Menurut Dicky, pemerintah bisa mengganti libur panjang tersebut pada 2021 jika kondisi pandemi corona sudah lebih baik. Sebab saat ini kondisi corona masih menunjukkan angka yang mengkhawatirkan.
Selain itu, kata Dicky, pemerintah juga harus memastikan perayaan natal dijaga dengan ketat sesuai protokol kesehatan. Dengan begitu dapat menghindari potensi klaster baru pada perayaan natal.
"Natal diadakan dalam kondisi pengetatan kapasitas, dan pengaturan jarak dengan protokol Covid-19 safety," tandasnya.
Lebih jauh Dicky menambahkan, pemerintah harus melakukan evaluasi terhadap penanganan Covid-19. Hal itu perlu dilakukan mengingat pandemi masih belum menunjukkan angka penurunan yang signifikan.
"Dievaluasi dan diperbaiki sesuai rekomendasi IAR, IHR, dan WHO kemarin," tandasnya.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.