Rekening Nasabah Maybank di Solo Diduga Dibobol hingga Rp72 Juta

Ary Wahyu Wibowo, Koran SI · Rabu 18 November 2020 00:33 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 18 512 2311332 rekening-nasabah-maybank-di-solo-diduga-dibobol-hingga-rp72-juta-a1oEz2G269.jpg Pasutri yang kehilangan uangnya di rekening (foto: Sindo/Ary)

SOLO - Seorang nasabah Maybank di Kota Solo rekeningnya diduga dibobol. Candraning Setyo, seorang nasabah mengaku uang sekitar Rp72 juta di tabungan mendadak raib. Kejadian itu setelah nomor seluler milik suaminya, Candra Slikmeito, yang didaftarkan untuk internet banking maupun mobile banking, hilang sinyal pada 11 Juni 2020 lalu.

Gading Satria Nainggolan, kuasa hukum pasangan suami istri, Candra Slikmeito-Candraning Setyo mengatakan, ketika hilang sinyal sekitar pukul 10.00 WIB, nomor Candra Slikmeito tidak bisa ditelpon atau menelpon, whatsapp dan lainnya. Bahkan hingga 12 Juni 2020 hilang sinyal masih terjadi. Pada 15 Juni 2020, persoalan hilang sinyal diurus ke gerai layananan yang ada di Jalan Slamet Riyadi, Solo.

“Saat itu diberi kartu baru, tetapi tidak mendapat penjelasan apa yang terjadi,” ungkap Gading Satria Nainggolan, Selasa (17/11/2020).

Kartu baru diberikan dan nomor seluler yang semula hilang sinyal dapat dipergunakan lagi. Selang 3 hari kemudian, atau 18 Juni 2020 Candraning Setyo datang ke Maybank untuk mencetak rekening koran. Saat itu, ia juga melakukan pendaftaran QR untuk urusan bisnisnya.

Saat rekening koran dicetak, Candraning menyadari bahwa saldo hilang sekitar Rp72 juta. Saldo yang tersisanya Rp80 ribu.

“Klien kami di hari yang sama langsung melakukan pengaduan ke Maybank terkait hilangnya dana,”terangnya.

Sehari berikutnya, kasus itu juga dilaporkan ke Polresta Surakarta. Sementara, Maybank menjawab pengaduan itu sekitar satu bulan berikutnya.

“Inti suratnya menyatakan penarikan dana atau uang keluar dilakukan secara sah. Si pengambil uang bisa berhasil menginput username dan pasword di sarana internet banking Maybank. Argumen Maybank, orang yang mengetahui username dan pasword adalah nasabah itu sendiri,” tegasnya.

Candraning Setyo mendapat keterangan bahwa terjadi pemindahan dana rekeningnya ke dua rekening atas nama orang lain yang berbeda. Yakni masing masing sebesar Rp25 juta. Kemudian top up OVO sebanyak tiga kali. Yakni dua kali dengan besaran sekitar Rp9 juta dan satu kali sekitar Rp2,9 juta. Tak terima dengan isi surat itu, lanjut Gading, kliennya melakukan sanggahan ke Maybank yang intinya bukan dirinya yang mengambil uang itu.

“Sampai saat ini, Maybank tidak merasa harus mengganti uang klien kami yang hilang,” tegasnya.

Setelah ditunjukkan sebagai klien Candra Slikmeito-Candraning Setyo, pihaknya telah mengirimkan surat permintaan klarifikasi ke perusahaan seluler nomor yang dipakai Candra Slikmeito. Sebab nomor seluler itu yang didaftarkan untuk internet banking maupun mobile banking pada rekening Maybank atas nama Candraning Setyo.

Dari jawaban perusahaan seluler yang bersangkutan, ada indikasi pengandaan kartu. Pihaknya mempertanyakan dimana terjadi penggandaan kartu, siapa yang melakukan, dan prosedurnya apakah sudah sesuai.

Sebab saat mulai hilang sinyal, kliennya berada di rumah sedang menukang membangun rumah. Dari keterangan yang diberikan, kata Gading, perusahaan seluler itu juga tidak menyimpan database terkait rekening bank milik pelanggannya. Sementara hingga berita ini diturunkan, Sindonews masih mencoba melakukan konfirmasi ke pihak Maybank.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini