Jual Motor Sewa, Lelaki Asal Sukabumi Ini Masuk Bui

Priyo Setyawan, Koran SI · Jum'at 20 November 2020 11:50 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 20 525 2312943 jual-motor-sewa-lelaki-asal-sukabumi-ini-masuk-bui-0WFbTVXFmm.jpg Jual motor yang disewanya, GTA meringkuk dalam sel tahanan. Foto Priyo Setyawan

YOGYAKARTA - Lelaki berinisial GTA (37), warga Sukabumi, Jawa Barat harus meringkuk di sel tahanan Mapolsek Gedongtengen, Yogyakarta karena ulahnya sendiri, yaitu menjual sepeda motor rental yang disewanya.

Kapolsek Gedongtengen, Yogyakarta Kompol Khudori mengatakan kasus ini terungkap, setelah pemilik rental di Jalan Letjen Suprapto, Gedongtengen melapor kasus tersebut ke Polsek Gedongtengen. Dalam laporannya, si pemilik menyampaika bahwa ada penyewa motor matic AB-3512-MX atas nama GTA, warga Sukabumi, Jawa Barat belum mengembalikan sepeda motor yang disewanya.

(Baca juga: Menantu Luhut Maruli Simanjuntak Dimutasi dari Komandan Paspampres)

Sepeda motor itu disewa, tanggal 23 Oktober lalu, dengan tarif Rp70 ribu per hari. Sepeda motor itu rencananya disewa selama tiga hari. Namun saat jatuh tempo, motor itu tidak dikembalikan dan tidak ada kabarnya.

“Karena itu, pemilik rental melaporkan kasus itu ke Mapolsek Gedongtengen, 16 November 2020,” kata Khudori, Jumat (20/11/2020).

Atas laporan itu, petugas menindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan. Di antaranya dengan meminta keterangan pelapor dan mengumpulkan data yang berhubungan dengan perkara tersebut. Rabu (18/11/2020) petugas mendapat informasi, ada orang yang ciri-cirinya sama dengan GTA, akan menyewa sepeda motor di rental daerah Nagan Tengah, Patehan, Kraton. Namun, identitasnya berbeda.

(Baca juga: Benda Mirip Bom Ditemukan di Musala Nurul Hikmah Subang)

“Petugas selanjutnya ketempat rental tersebut dan mengamankan orang itu serta membawanya ke Mapolsek Gedongtengen,” paparnya.

Dari pemeriksaan, ternyata benar orang tersebut yang menyewa sepeda motor di rental Jalan Letjen Suprapto, Gedongtengen. Petugas masih mengembangkan kasus ini, sebab dari pengakuannya sepeda motor itu telah dijual Rp4,5 juta untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

“GTA dalam kasus ini dijerat pasal 372 KUHP tentang peggelapam dengan ancaman hukuman empat tahun penjara,” jelasnya. (Don)

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini