BPPTKG: Lava Tahun 1954 di Dinding Kawah Merapi Runtuh

Suharjono, Koran SI · Senin 23 November 2020 09:56 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 23 510 2314237 bpptkg-lava-tahun-1954-di-dinding-kawah-merapi-runtuh-QxwxmdziI6.jpg Erupsi Gunung Merapi. (Foto: Dok Okezone)

YOGYAKARTA - Balai Penyeledikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyatakan tebing lava sisa erupsi 1954 yang berada di sisi utara runtuh. Runtuhnya lava ini diakibatkan gempa yang semakin tinggi intensitasnya sehingga runtuhnya lava langsung menuju kawah Merapi.

Kendati demikian BPPTKG meminta warga tetap tenang. Ini lantaran menjadi aktivitas yang biasa bagi Gunung Merapi menjelang erupsi. "Runtuhnya atau guguran lava ini berada di dinding kawah sebelah utara dan terpantau CCTV dari Deles," terang Kepala BPPTKG Hanik Humaida kepada wartawan Senin (23/11/2020).

(Baca juga: Peristiwa 5 November: Erupsi Dahsyat Gunung Merapi) 

Dijelaskannya runtuhnya tebing lava ini terjadi pada Minggu pagi (22/11), ada pukul 06.50 WIB. Guguran ini juga tercatat di seismogram dengan amplitudo 75 mm dan durasi 82 detik." Material jatuh ke dalam kawah dan hingga saat ini tidak berpengaruh pada aktivitas Gunung Merapi," ulasnya.

Dari catatan BPPTKG, pada periode pengamatan tanggal 22 November dari pukul 00.00 WIB hingga pukul 24.00 WIB, terjadi 50 gempa guguran, 81 kali gempa hembusan, 342 kali gempa multifase, 41 kali gempa vulkanik dangkal, dan 1 kali gempa tektonik jauh.

(Baca jiga: Meski Diimingi Sembako, Warga Petamburan Enggan Ikuti Rapid Te)

Sedangkan hari ini (23/11/2020) terhitung sejak pukul 00.00 WIB sampai dengan pukul 06.00 WIB, tercatat 6 kali gempa guguran, 14 kali gempa hembusan, 10 kali gempa vulkanik dangkal dan 1 kali gempa tektonik jauh, serta 105 kai gempa multifase. "Terdengar sekali suara guguran dari pos Babadan," pungkasnya.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini