Hewan Piaraan Terbukti "Manjur" di Masa Pandemi

Susi Susanti, Koran SI · Selasa 24 November 2020 16:53 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 24 18 2315373 hewan-piaraan-terbukti-manjur-di-masa-pandemi-yVEb7pBLqR.jpg Foto: Shutterstock

INGGRIS - Hewan piaraan terbukti menjadi “penyelamat” di masa pandemi Covid-19 ini.

Hal ini dikatakan ritel Pets at Home setelah mencatat penjualan hewan piaraan yang meningkat tajam. Dalam waktu enam bulan hingga 8 Oktober, pendapatan Pets at Home meningkat sebesar 5,1%.

Pets at Home yang digolongkan sebagai pengecer penting dan telah diizinkan untuk tetap buka selama “lockdown”, mencatat total penjualan selama enam bulan naik menjadi 574,4 juta poundsterling (Rp11 triliun). Sedangkan laba sebelum pajak tumbuh lebih dari 14% menjadi 38,9 juta poundsterling (Rp737 miliar).

Kepala eksekutif Peter Pritchard mengatakan hewan peliharaan telah memainkan peran yang sangat penting bagi manusia saat melalui periode “kesepian sosial”.

Dia menambahkan selama hari-hari awal “lockdown”, salah satu dari beberapa alasan orang bisa keluar adalah mengajak jalan-jalan anjing yang dipiaranya.

(Baca juga: Sabun Batangan Termahal di Dunia Seharga Rp40 Juta)

“Pasar perawatan hewan telah sangat kuat selama ini dan saya pikir itu memberi tahu Anda banyak hal tentang hubungan orang-orang dengan hewan peliharaan mereka dan peran yang dimainkan hewan peliharaan dalam kehidupan manusia. Ini telah menjadi penyelamat bagi banyak orang melalui periode yang sangat menantang ini bagi semua orang di negara ini,” terangnya kepada program Today BBC.

Dia mengatakan perubahan yang terjadi, yakni lebih banyak orang yang bekerja dari rumah memungkinkan mereka untuk memelihara anjing atau kucing.

“Semakin banyak orang yang mempertimbangkan memiliki hewan peliharaan karena kehidupan mereka telah berubah dan mereka lebih sering berada di rumah,” katanya.

Dia pun optimis akan semakin banyak orang memiliki hewan peliharaan ke depannya. Pets at Home mencatat, pada paruh pertama tahun keuangannya, yang berlangsung antara April hingga 8 Oktober, mencerminkan seluruh periode sejak seminggu setelah “lockdown” nasional diterapkan. Pembatasan pada rumah tangga membebani perdagangan pada kuartal pertama sebelum lonjakan 12,7% dalam penjualan like-for-like dalam tiga bulan kedua.

Sementara itu, mitra di perusahaan layanan profesional Begbies Traynor, Julie Palmer, mengatakan optimisme Prichard untuk masa depan tampaknya benar.

“Ke depan, dengan nilai pasar hewan peliharaan Inggris yang tangguh akan mencapai 7 miliar poundsterling (Rp132 triliun) tahun depan dan hubungan cinta dengan kepemilikan hewan peliharaan menunjukkan sedikit tanda,” terangnya.

Namun, dia menambahkan peritel akan memperhatikan efek peredam dari langkah-langkah jarak sosial di toko, yang dapat berdampak pada margin selama periode Natal yang sangat penting dan memasuki kuartal pertama 2021.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini