BANTEN - Ratusan warga Padarincang dan para santri putarbalikkan alat berat untuk membongkar portal masuk lokasi geothermal di Gunung Prakasak, Desa Batu Kuwung, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang. Alat berat yang berupa becko tersebut urung diturunkan lantaran para warga memblokir jalan dan memaksa untuk segera putar balik.
(Baca juga: Habib Rizieq-Nikita Mirzani Disorot Media Asing, Sebut Bangsa Ini Kritis)
H. Doif, tokoh masyarakat mengatakan, warga yang didominasi oleh santri tersebut memblokir jalan raya Palima-Cinangka selama kurang lebih dua jam lamanya. “Alat berat yang dibawa menggunakan mobil pengangkut alat berat berhasil diputarbalikkan, meskipun telah di kawal oleh mobil TNI,” kata Doif, Selasa (24/11/2020)
Doif memaparkan, pihaknya sudah lima tahun menolak proyek yang dijalankan oleh PT Sintesa Banten Geothermal lantaran dinilai merusak lingkungan. “Sselain itu, warga pun telah memasang portal dengan menggunakan semen tepat di pintu masuk akses geothermal Padarincang,” tambahnya.
(Baca juga: Sambangi Kodam Jaya, Sejumlah Artis Apresiasi Kinerja TNI-Polri)
Warga pun mengancam, apabila alat berat tersebut kembali dikerahkan, warga akan terus menghadangnya hingga proyek geothermal tersebut tidak beraktifitas kembali di Padarincang.
(Amril Amarullah (Okezone))
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.