Unik, Bocah Ini Mirip Kera Gegara Suka Tinggal di Hutan

Susi Susanti, Koran SI · Kamis 26 November 2020 11:06 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 26 18 2316468 unik-bocah-ini-mirip-kera-gegara-suka-tinggal-di-hutan-C6hlhWuDPr.jpg Bocah mirip kera beneran (foto: Newsflash)

RWANDA - Ellie, 21, tidak seperti remaja kebanyakan. Dia tidak bisa makan makanan seperti orang pada umumnya dan lebih suka memilih tinggal di hutan. Dia suka mencari makan rumput dan hidup sebagai binatang. Dia juga suka berlari-lari di hutan.

Dia tidak dapat berbicara dan menolak makan makanan yang disiapkan untuknya dari sang ibu. Dia lebih memilih berburu pisang dan buah-buahan lainnya di hutan dekat desanya di Rwanda, serta memilih untuk berpesta rumput.

Ellie tidak bersekolah karena mengalami kesulitan belajar dan takut pada sesama penduduk desa. Sang ibunda begitu sedih dan kesal karena penduduk desa menindas, memukuli, dan memanggil anaknya dengan sebutan monyet. Ibunya pun terpaksa mengejar putranya melalui hutan dengan laso darurat.

Kendati berbeda, namun sang ibu tetap memujanya dan percaya jika anaknya adalah berkah dari Tuhan. Ibunya menggambarkan dia sebagai anak yang istimewa dan hadiah dari Tuhan saat dia dan suaminya kehilangan lima anak saat lahir.

“Setelah kehilangan lima anak kami, kami meminta Tuhan untuk setidaknya memberi kami seorang anak cacat, selama dia tidak mati sedini mungkin. Ketika dia hadir, saya tahu itu adalah pesan dari Tuhan,” terangnya. Saat lahir, Ellie memiliki kepala sebesar bola tenis.

Kehidupan Ellie yang unik dan berbeda ini pun diangkat menjadi film dokumenter “Born Different” oleh Afrimax TV.

“Dia tidak suka makanan kita. Dia lebih suka makan pisang. Dia tidak tahu apa-apa, dia tidak bisa berbuat apa-apa. Yang dia lakukan hanyalah lari. Ketika dia melihat orang, yang dia lakukan hanyalah lari dari mereka. Ke mana pun dia berlari, aku harus mengejarnya. Dalam seminggu penuh kita bisa menempuh 230 kilometer,” terangnya di film dokumenter itu.

“Jika saya tidak mengikutinya, dia mungkin tidak akan kembali ke rumah,” ujarnya.

“Dia selalu merumput seperti binatang. Dia selalu kabur,” lanjutnya.

Menurut film dokumenter itu, seluruh warga desa berusaha keras untuk menjauhkan Ellie dari hutan agar dia tetap aman. Tetangga dipaksa untuk mengawasi Ellie dan mengejarnya untuk melindunginya dari bahaya.

Dikutip Daily Star, Ellie dideskripsikan sebagai “secepat atlet lari Usain Bolt” dan menghabiskan hari-harinya berlari melalui hutan. Ellie tidak tahu bagaimana berbicara dan hanya bisa berkomunikasi dengan gelombang.

Ibunya pun harus membuat tali lasso darurat untuk menangkapnya saat dia menghabiskan seluruh waktunya untuk lari dari desa. Dia mengejarnya melalui hutan dan melempar tali ke arahnya untuk menariknya lebih dekat.

Sang ibu berkata para tetangganya tidak menganggap anaknya sebagai anak laki-laki, melainkan seekor kera dan terus menganggunya.

“Ini sangat menyakitkan saya, ketika anak saya pergi dan kembali dan dipukuli. Mereka meneriakinya dan memanggilnya monyet. Itu membuat saya sangat sedih mendengar orang menindas anak saya,” ungkapnya.

“Bukan hanya anak-anak, tapi melihat orang dewasa menggertaknya tanpa malu-malu. Mereka membuatku kehilangan kesabaran. Mereka tidak melihatnya sebagai manusia, hanya binatang,” tambahnya.

Sementara itu, seorang tetangga berkata semua orang tahu jika Ellie berbeda. “Dia memakan rumput. Semua orang tahu dia berbeda, kami belum pernah melihat orang lain yang bisa merumput di ladang dan bergantung pada padang rumput seperti hewan lain. Dia bisa bertahan hidup di hutan,” jelasnya.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini