Sempat Lesu karena Pandemi, Usaha Payung Lukis Mulai Geliat

Tata Rahmanta, iNews · Kamis 26 November 2020 15:26 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 26 512 2316711 sempat-lesu-karena-pandemi-usaha-payung-lukis-mulai-geliat-KNhvYZXZKp.png Perajin seni payung lukis mulai bangkit. (Foto: tangkapan layar)

BOYOLALI - Meski masih masa pandemi Covid-19, pelaku UMKM di Boyolali, Jawa Tengah sejak awal November mulai kembali menggeliat. Salah satunya adalah produksi payung lukis tangan. Kini usaha tersebut sudah kebanjiran order baik dari dalam maupun luar negeri.

(Baca juga: Meskipun Ditolak Sejumlah Daerah, FPI: Habib Rizieq Akan Tetap Safari Dakwah)

Yani Mardiyanto, perajin payung lukis mengatakan, saat ini karya mereka mulai dilirik peminat, baik dari dalam maupun dari luar negeri. “Payung lukis yang paling banyak diminati di pasaran di luar negeri biasanya berupa bangunan bersejarah, seperti gambar Candi Boorobudur dan gambar bunga sakura. Sedangkan di dalam negiri adalah motif bunga,” papar Yani, Kamis (26/11/2020).

(Baca juga: Karyawan dan Sopir Ekspedisi di Bekasi Nekat Curi 24 Ribu Kilogram Cat)

Yani menambahkan, ada dua jenis payung yang diproduksinya yaitu payung fungsional dan payung home dekor. “Sementara untuk harga dipatok dari Rp200.000 hingga Rp 1,5 juta, tergantung motif dan ukuran payung,” pungkasnya.

Yani menambahkan, sejak awal pandemi Covid-19 produksi payung mengalami penurunan, 20 hingga 40 persen. Namun di awal bulan November usaha payung mulai banyak pesanan. Keuletan dan kreatifitas dalam memilih motif membuat usaha payung lukis tangan mulai menggeliat.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini