Ethiopia Umumkan Serangan "Fase Final" ke Wilayah Pemberontak Tigray

Rahman Asmardika, Okezone · Jum'at 27 November 2020 10:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 27 18 2317128 ethiopia-umumkan-serangan-fase-final-ke-wilayah-pemberontak-tigray-ivyF2lNFJZ.jpg Perdana Menteri Ethiopia Abiy Ahmed. (Foto: Reuters)

ADDIS ABABA - Militer Ethiopia akan memulai "fase terakhir" serangan di wilayah utara Tigray, demikian diumumkan Perdana Menteri Abiy Ahmed pada Kamis (26/11/2020). Serangan tersebut diumumkan setelah ultimatum 72 jam bagi pasukan Tigrayan untuk menyerah, berakhir.

Pemerintah telah memberi waktu kepada Front Pembebasan Rakyat Tigray (TPLF) sampai Rabu (25/11/2020) untuk meletakkan senjata mereka atau menghadapi serangan di Mekelle, ibu kota daerah berpenduduk 500.000 orang tersebut.

BACA JUGA: PM Ethiopia Ultimatum Pemberontak, Menyerah dalam 72 Jam Atau Tak Ada Ampun

"Jangka waktu 72 jam yang diberikan kepada kelompok kriminal TPLF untuk menyerah secara damai sekarang sudah berakhir dan kampanye penegakan hukum kami telah mencapai tahap terakhir," kata Abiy dalam cuitan di Twitter sebagaimana dilansir Twitter. Dia menambahkan bahwa warga sipil akan diselamatkan dan ribuan pejuang telah menyerah.

Reuters tidak dapat segera menghubungi TPLF untuk mengomentari pernyataan Abiy. Klaim oleh semua pihak tidak mungkin diverifikasi karena sambungan telepon dan internet ke wilayah tersebut terputus dan akses ke wilayah tersebut dikontrol dengan ketat. TPLF membantah para pejuangnya menyerah.

Kelompok hak asasi manusia (HAM) telah menyuarakan keprihatinan terhadap warga sipil yang terperangkap dalam operasi militer di mana ribuan orang diyakini telah tewas sejak pertempuran dimulai pada 4 November.

BACA JUGA: Situasi Memanas, WNI di Ethiopia Diminta Tak Bepergian ke Tigray

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan sekira 1,1 juta orang Etiopia akan membutuhkan bantuan sebagai akibat dari konflik tersebut. Mereka dan kelompok lain mengatakan mereka tidak dapat memasuki Tigray untuk mengirimkan bantuan, sementara pengungsi yang telah melarikan diri ke Sudan sangat membutuhkan bantuan.

Kantor Abiy mengatakan pihak berwenang mendistribusikan bantuan di daerah yang dikendalikan oleh pemerintah federal di Tigray. Empat kamp untuk orang-orang terlantar sedang didirikan.

"Bantuan kemanusiaan ini sekarang akan diperkuat lebih lanjut dengan dibukanya jalur akses kemanusiaan yang akan dikelola di bawah naungan Kementerian Perdamaian," kata kantor itu dalam sebuah pernyataan.

Hampir 43.000 pengungsi Ethiopia telah melarikan diri ke Sudan, tetapi jumlah penyeberangan telah melambat dari sekitar 2.700 per hari menjadi hanya 700 pada Rabu.

Abiy mengatakan pengungsi dipersilakan untuk kembali. Seorang pekerja bantuan di titik penyeberangan Hamdayet di Sudan mengatakan tentara Ethiopia terlihat pada Rabu "berteriak" kepada para pengungsi bahwa mereka aman untuk kembali.

Sumber diplomatik mengatakan TPLF “telah memobilisasi banyak orang di Mekelle. Mereka menggali parit dan setiap orang memiliki AK47". Para ahli memperkirakan pasukan Tigrayan memiliki persediaan besar perangkat keras militer dan jumlahnya mencapai 250.000 orang.

Konflik membuat pemerintah federal Ethiopia melawan TPLF, yang mendominasi negara itu sampai Abiy mengambil alih kekuasaan dua tahun lalu.

Abiy menuduh para pemimpin Tigrayan memulai permusuhan dengan menyerang pasukan federal. Tigrayans, yang membentuk sekitar 6% dari populasi Ethiopia, mengatakan pemerintahnya telah meminggirkan mereka.

Ribuan orang diperkirakan tewas dan telah terjadi kerusakan luas akibat pengeboman udara dan pertempuran darat. Roket TPLF telah menghantam ibu kota tetangganya, Eritrea.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini