"(MUI) sebagai lembaga yang menjadi panutan umat sekaligus imam kelembagaan, ini istilah dari imamah institusionaliyah, karena ketika kita mencari imamah Islamiyah ternyata belum ada orang yang mampu tampil sebagai imamah syakhsiyah (individu pemimpin semua golongan), menjadi imam umat Islam," ujarnya saat menutup Munas ke-X MUI di Jakarta, Jumat (27/11/2020).
"Yang ada baru imamag Nahdliyah, imamnya NU, imamah Muhammadiyah, imamah FPI-yah, dan imamah Persisiyah, dan lain lain," tambahnya.
Menurut Kiai Ma'ruf, untuk menyamakan frekuensi gerakan umat Islam, dibutuhkan imam kelembagaan yang dapat memayungi semua elemen. MUI adalah organisasi yang paling memenuhi kriteria untuk itu. Dengan demikian bentuk imamahnya bukan figur individual, melainkan lembaga.
"Oleh karena itu maka harus ada imamah dalam rangka gerakan yang terkoordinasi dan salah satu alternatifnya adalah imamah institusionaliyah, yang jadi imam bukan orang tetapi lembaga, yang lembaga paling penuhi kriteria imamah institusionaliyah adalah MUI," jelasnya.
"Karena itu MUI sebagai imam kelembagaan bagi segenap ormas Islam indonesia diharapkan mampu memberikan contoh teladan dalam memanifestasikan karakter dan sikap organisasi dalam rangka menjaga kesatuan persatuan sebagai tenda besar," tutup Kiai Ma'ruf.
(Fahmi Firdaus )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.