JAKARTA - Polisi mengaggendakan pemeriksaan terhadap empat Direktur Rumah Sakit (RS) Ummi, Bogor, Jawa Barat. Pemanggilan itu terkait dengan laporan dugaan menghalangi atau menghambat penanganan wabah penyakit menular Covid-19.
Direktur RS Ummi dilaporkan lantaran tidak terbuka dengan Satgas Covid-19, dan pemerintah terkair berkaitan dengan pengambilan pemeriksaan usap (swab test) Rizieq Shihab yang sempat dirawat di rumah sakit tersebut.
Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono mengatakan, pada hari ini tim penyidik gabungan Ditipidum Bareskrim, Direskrimum Polda Jabar, Satreskrim Polresta Bogor di Mapolresta Bogor akan melakukan pemeriksaan saksi-saksi.
Baca juga:
FPI Belum Pastikan Habib Rizieq Akan Penuhi Panggilan Polisi
Pemanggilan Habib Rizieq, Pengacara FPI Nilai Polisi Tak Independen
Adapun saksi yang diperiksa pada Senin mendatang yakni, Hanif Alatas pihak keluarga, dr. Andi Tatat Direktur Utama RS UMMI, Najamudin Direktur Umum RS UMMI, Sri Pangestu Utama, Direktur Pemasaran RS UMMI,
Kemudian, dr. Rubaedah, Direktur Pelayanan RS UMMI, dr. Zacki Faris Maulana Manajer RS UMMI, Fitri Sri Lestari perawat RS UMMI, Rahmi Fahmi Winda Perawat RS UMMI, dr. Hadiki Habib Kordinator Mer-C dan dr. Mea koordinator Mer-C.
Dalam laporannya, RS Ummi diduga menghalangi atau menghambat Satgas dalam penanganan atau penanggulangan wabah penyakit menular Covid-19 yang akan melakukan swab test terhadap salah satu pasiennya yang diduga terpapar Covid-19. Kepada Satgas Covid-19, RS Ummi Kota Bogor dinilai tidak memberikan penjelasan yang utuh terkait protokol proses penanganan terhadap pasien tersebut.
Namun, malam tadi, Direktur Umum RS UMMI Bogor, Najamudin mengatakan, laporan kepolisian yang dilakukan Pemkot Bogor terhadap RS UMMI dicabut alias damai.
"Terkait pelaporan, setelah kita melakukan pelaporan hari dan duduk bersama hari ini, beliau (Wali Kota Bogor) sudah mempertimbangkan untuk mencabut laporan kepolisian itu," kata Najamudin di Balai Kota Bogor, Minggu 29 November 2020.
Menurutnya, poin tersebut sangat penting, sehingga perlu disampaikan. "Kami sudah duduk bersama, untuk melakukan perdamaian, RS UMMI minta maaf kepada Wali Kota Bogor dan kedepannya kami siap bersinergi dengan Pemkot Bogor," ucap Najamudin.
Adapun mengenai perbedaan pandangan atau laporan yang tidak diberikan dari pihak RS UMMI Bogor kepada Pemkot melalui Tim Satuan Tugas Penanganan Covid-19, dia berdalih belum juga menerima.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.