Kabar Anies Baswedan Positif Covid-19 Tembus hingga Luar Negeri

Susi Susanti, Koran SI · Selasa 01 Desember 2020 18:39 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 01 18 2319745 kabar-anies-baswedan-positif-covid-19-tembus-hingga-luar-negeri-g5EjJlx5t0.jpg Foto: Channel News Asia

JAKARTA - Kabar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang dinyatakan positif Covid-19, langsung merebak hingga ke situs berita asing. Seperti Reuters dan Channel News Asia (CNA).

Di dalam badan berita di situs asing itu disebutkan Anies menjadi salah satu pejabat yang akhirnya terkena virus yang sedang mewabah itu. Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi disebutkan sudah terjangkit Covid-19 terlebih dahulu.

Melalui video yang diposting di akun Instagramnya, Gubernur mengatakan dirinya tidak menunjukkan gejala khas Covid-19 dan tetap melakukan isolasi diri.

“Saya ingin mengingatkan setiap orang jika Covid-19 masih ada dan bisa menulari siapapun,” terangnya.

Menurut situs resmi, Wakil Gubernur Ahmad Riza Patria, juga di tes positif.

(Baca juga: Anies Baswedan Positif Covid-19, Menteri Besar Selangor Doakan Segera Pulih)

Dikutip Channel News Asia, Indonesia dengan 270 juta warganya telah mencatat angka tertinggi Covid-19 selama tiga hari berturut-turut dalam sepekan.

Dengan lebih dari 530.000 kasus infeksi dan hampir 17.000 angka kematian, Indonesia menjadi negara dengan kasus Covid-19 tertinggi di Asia Tenggara. Para ahli kesehatan angka ini sebetulnya jauh lebih tinggi karena tes yang masih terbatas dan sulitnya pelacakan kontak.

Jakarta, juga mencatat rekor tertinggi infeksi baru selama sebulan terakhir, dengan rata-rata sekitar 1.240 kasus per hari dalam seminggu terakhir.

Tidak seperti beberapa negara tetangga, Indonesia tidak melakukan lockdown nasional yang ketat tetapi memilih pembatasan lokal.

Sejak Oktober, Gubernur Jakarta telah melonggarkan pembatasan untuk menerapkan kembali pembatasan sosial skala besar. Ini berarti ti mal dan restoran dapat beroperasi meskipun dengan jam kerja yang lebih singkat.

Beberapa pakar kesehatan dan pejabat mengaitkan lonjakan kasus baru-baru ini dengan pertemuan massal di sekitar ibu kota. Termasuk proteks jalanan ribuan orang yang menentang undang-undang penciptaan lapangan kerja baru. Lalu kerumunan massa yang menyambut kepulangan Habib Rizieq Shihab.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini