Abai Prokes, Ratusan Peserta Nikah Massal di Makassar Berkerumun

Yoel Yusvin, iNews · Rabu 02 Desember 2020 20:20 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 02 609 2320521 abai-prokes-ratusan-peserta-nikah-massal-di-makassar-berkerumun-B1wkKUJ3W5.jpg Peserta nikah di Makassar massal berkerumun (Foto: Yoel Yusvin)

MAKASSAR - Nikah massal yang digelar Pemerintah Kota Makassar melalui dinas sosial di salah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) 13, Jalan Tamalate IV, Kecamatan Rappocini, Makassar, Sulawesi Selatan mengabaikan protokol kesehatan. Ratusan peserta yang hadir bahkan terlihat berkerumunan dan saling berdesak-desakan saat menunggu nomor antrean mereka dipanggil panitia penyelenggara untuk dinikahkan.

Pantauan, suasana kerumunan warga terlihat di depan pintu masuk saat menunggu nomor antrean mereka dipanggil panitia penyelenggara nikah massal. Tak hanya menimbulkan kerumunan, peserta nikah massal ini bahkan berdesak-desakan dan mengabaikan imbauan panitia untuk menjaga jarak.

Baca Juga:  Positif Covid-19 Meningkat, RS Tulungagung Rekayasa Ruang Pelayanan Penyakit Dalam

Mereka tampak tak sabar nomor antrean dan nama mereka dipanggil masuk ke dalam ruangan untuk dinikahkan secara hukum di hadapan meja hakim agama. Setidaknya acara ini menikahkan massal secara gratis bagi 413 pasang pengantin dalam rangkaian hari ulang tahun ke-413 Kota Makassar.

Setiap pasangan pengantin yang melakukan ikrar nikah di nikah massal ini nantinya akan mendapatkan buku nikah dan dokumen administrasi kependudukan yang baru.

Meski ada juga pasangan yang baru menikah, namun sebagian besar peserta nikah massal gratis ini adalah pasangan suami-istri yang telah lama menikah sebelumnya dan baru pada kesempatan nikah massal ini mencatatkannya sesuai administrasi negara. Ada juga yang mengikuti acara ini demi mendapatkan buku nikah pengganti dari buku nikah mereka yang hilang.

Selain memberi kepastian hukum, diharapkan pemberian buku nikah dan surat administrasi kependudukan lainnya bisa memberi kemudahan bagi warga dalam mengakses layanan publik yang membutuhkan registrasi kependudukan seperti Kartu Tanda Penduduk hingga Akta Kelahiran bagi anak keturunan pasangan peserta nikah massal ini.

"Mau nikah massal, sudah hilang di kampung waktu banjir, saya mau supaya resmi dari pemerintah," kata peserta nikah massal, Rahmatia.

Baca Juga:  Bupati Cirebon Imron Rosyadi Positif Covid-19

Sementara Sekretaris Daerah Kota Makassar, M Ansar mengatakan, ke depan pemerintah tidak akan menunggu tapi menjemput bola untuk mendata mereka yang belum memiliki surat resmi pernikahan. "413(peserta nikah massal), (usianya) macam-macam, malah ada yang sudah tua," tuturnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini