Idap Penyakit Anemia Aplastik, Remaja 13 Tahun Butuh Bantuan

Enrico Ngantung, iNews · Kamis 03 Desember 2020 14:37 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 03 340 2320937 idap-penyakit-anemia-aplastik-remaja-13-tahun-butuh-bantuan-WpF1Zp8Lbd.jpg Arif Sanjaya terbaring lemas (foto: iNews/Enrico)

LAMPUNG - Remaja berusia 13 tahun warga Dusun Kotaraja, Kampung Karya Punggawa, Kecamatan Karya Punggawa, Pesisir Barat, Lampung diagnosa menderita penyakit Anemia Aplastik, hingga saat ini ia membutuhkan bantuan pengobatan.

Arif Sanjaya, anak kedua dari empat bersaudara pasangan Alimudin (44) dan Pendawati (40) saat ini hanya bisa terbaring lemah di atas kasur, akibat penyakit langka Anemia Aplastik yang dideritanya.

Sejak pertama kali mengalami sakit pada desember 2019 lalu, Arif merasa kondisi tubuhnya kian hari kian menurun. badannya terasa lemas, bahkan beberapa bagian tubuhnya juga mengalami memar kebiru-biruan.

"Kadang-kadang tu gusi berdarah, mimisan, lemes, sering lebam di kaki di badan sama bintik-bintik merah, kadang suka pening kepalanya. Kalau lebam sama bintik-bintik merahnya gak sakit, yang sering kerasa sakit kepalanya," ungkap Arif, Kamis (3/12/2020).

Ayah Arif, Alimudin mengatakan, pihak keluarga mengira Arif mengalami gejala DBD dan langsung periksa Arif ke Rumah Sakit Umum Daerah di Lampung Barat, namun pihak rumah sakit menduga Arif mengalami Anemia Aplastik.

"Arif akhirnya melakukan medical check up di Rumah Sakit Abdoel Moeloek Bandar Lampung dan setelah menunggu selama tiga hari setelah sebagaimana hasil Biopsi, Arif dinyatakan positif mengidap Anemia Aplastik, yakni rusaknya sel darah induk pada manusia sehingga membuat tubuh Arif tak lagi bisa memproduksi darah," jelas Alimudin

Selama ini, Arif menjalani pengobatan sementara dengan transfusi darah terutama trombosit, namun dokter menganjurkan agar Arif segera menjalani transplantasi sumsum tulang belakang di salah satu rumah sakit di Jakarta dengan estimasi biaya Rp350 juta sampai Rp600 juta.

"Alternatif lain untuk kesembuhan Arif ialah harus mengkonsusmi obat-obatan medis selama dua tahun, namun hal tersebut beresiko tinggi dan dapat menimbulkan penyakit lain pada tubuh Arif. sedangkan untuk transplantasi hanya membutuhkan waktu dua bulan untuk sembuh," papar Alimudin

"Dengan kondisi yang dialami Arif saat ini, pihak keluarga berharap ada sedikit rasa empati dari Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat untuk membantu pengobatan Arif," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini