Trauma, 270 Anggota KPPS di Gunungkidul Tolak Rapid Test Covid-19

Suharjono, Koran SI · Kamis 03 Desember 2020 04:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 03 510 2320584 trauma-270-anggota-kpps-di-gunungkidul-tolak-rapid-test-covid-19-iS6pJ0yhkw.jpg Ilustrasi rapid test. (Okezone/Arif Julianto)

GUNUNGKIDUL - Sedikitnya 270 anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Kapanewon Karangmojo, Gunungkidul, tidak mau mengikuti rapid test Covid-19. Mereka mengaku trauma karena beberapa bulan lalu sudah melakukan karantina mandiri akibat pandemi corona ini.

Salah satu anggota KPPS di Kalurahan Bejiharjo, Karangmojo, Windi Duriwianto mengungkapkan, sebagai syarat untuk bertugas, rapid test memang diwajibkan. Namun dia memilih tidak menjadi anggota KPPS apabila hal tersebut diwajibkan.

"Kejadian beberapa bulan lalu yang membuat sejumlah warga di Kalurahan Bejiharjo harus lockdown karena adanya Covid-19. Saya trauma. Enggak bisa ditawar-tawar lagi biarpun nanti hasilnya dirahasiakan, biarpun nanti selama isolasi dapat bantuan," tuturnya, Rabu (2/12/2020).

Ia mengatakan, sejak awal rekrutmen, dia merasa tidak membaca syarat rapid test menjadi bagian utama untuk menjadi KPPS. Jika kemudian nantinya tetap dipaksa menjalani rapid test, ia akan mengundurkan diri sebagai anggota KPPS. "Kalau dipaksa ya lebih baik saya mundur saja," ucapnya.

Langkah Windi ini juga diamini anggota lainnya sehingga ada 270 anggota KPPS di Kalurahan Bejiharjo yang menolak rapid test.

Sikap ratusan anggota KPPS ini membuat KPU Gunungkidul masih bingung. Hingga saat ini belum ada solusi tekeiat hak tersebut.

"Kami masih konsultasi dengan penolakan rapid test ini," ucap Ketua KPU Gunungkidul Ahmadi Ruslan Hani.

Baca Juga : Usai Test Covid-19, Sebanyak 1.080 Petugas KPPS KPU Kota Bandar Lampung Reaktif

Dia berharap anggota KPPS bisa berubah pikiran sehingga sampai 4 Desember mau melakukan rapid tes di Puskesmas Karangmojo 2.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini