Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

52 Tahun Menikah, Pasangan Ini Meninggal Hanya Berjarak Dua Minggu

Susi Susanti , Jurnalis-Jum'at, 04 Desember 2020 |05:30 WIB
52 Tahun Menikah, Pasangan Ini Meninggal Hanya Berjarak Dua Minggu
Foto: Daily Mail
A
A
A

INGGRIS - Pasangan yang menikah selama 52 tahun meninggal karena Covid-19 hanya dalam jarak dua minggu.

Maria Emmott, 74, hanya dapat berbicara dengan suaminya David, 76, melalui Zoom saat dia terbaring sekarat di ranjang rumah sakit akibat virus corona.

Hanya beberapa hari setelah kematian David, Maria pingsan di rumah mereka di Oldham, Greater Manchester. Dia dilarikan ke rumah sakit, kemudian didiagnosis terkena Covid-19. Maria meninggal pada 1 November, dua minggu setelah suaminya David berpulang.

Melihat kondisi ini, cucunya yang sudah dianggap seperti anak mereka sendiri, Catie Wells, yang juga tinggal bersama pasangan itu, sangat terpukul. Dia memberikan penghomatan terkahir kepada kakek neneknya dan melihat mereka sebagai “pasangan yang dibuat untuk satu sama lain”.

(Baca juga: Usai Banyak Bangsawan Eropa Terkena Covid-19, Mantan Putri Luksemburg Dinyatakan Positif)

“Itu sangat memilukan. Mereka seperti ibu dan ayah saya. Saya akan berbicara dengannya (Maria) setiap hari tanpa henti, bahkan jika dia sibuk atau sedang minum teh, dia akan membiarkan makanannya menjadi dingin dan berbicara dengan saya,” terangnya, dikutip Daily Mail.

“Dia adalah sahabat semua orang, selalu ada untuk semua orang. Mereka memiliki dua gadis yang hanya memiliki anak perempuan dan dia selalu berkata saya bangga dengan anak perempuan kami,” ujarnya.

“Kami tidak bisa berbuat salah di matanya. Bahkan jika kita melakukan sesuatu yang salah, dia akan berkata aku masih mencintaimu,” ungkapnya.

“Kakek saya berkata kepada perawat di rumah sakit, saya mencintai anak perempuan saya,” lanjutnya.

Sebelumnya, kakek neneknya ini merayakan ulang tahun pernikahan ke-52 tahun pada September lalu dengan menikmati minuman bersama di pub lokal.

Sembilan hari kemudian klinik lokal yakni dada untuk penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) mendiagnosis David dengan Covid-19.

Keluarga mengatakan, sang kakek mendapat suntikan flu seminggu sebelumnya dan tidak menunjukkan gejala yang jelas. David pun meninggal pada 18 Oktober, setelah tiga hari menjalani perawatan intensif.

Setelah mengisolasi diri selama dua minggu, dia menelepon ambulans pada 15 Oktober karena dia tidak bisa bernapas. Catie dan bibinya bisa mengunjungi David di rumah sakit. Tapi Maria hanya bisa berbicara dengannya melalui video call.

Hanya beberapa hari setelah kematian David, Maria pingsan di rumah dan dibawa ke rumah sakit dan dinyatakan positif Covid-19. Dia meninggal pada 1 November lalu.

Pasangan yang menikah pada 1968 ini dimakamkan di pemakaman bersama di kampung halaman mereka di Oldham, Greater Manchester. Hanya keluarga dekat dan teman yang dapat hadir.

Namun, puluhan pelayat berbaris di jalan saat iring-iringan melewati tempat kerja Maria,

“Banyak orang keluar untuk mereka dan bertepuk tangan untuk mereka. Sangat menyenangkan mengetahui bahwa mereka sangat dihormati dan dicintai oleh semua orang,” ujarnya.

“Nenek saya melakukan banyak hal untuk orang, dia akan berbicara kepada semua orang baik Anda menginginkannya atau tidak,” terangnya.

(Susi Susanti)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement