Ethiopia Klaim Perang di Tigray Berakhir, Hampir Semua Pimpinan Pemberontak Tewas, Ditangkap

Rahman Asmardika, Okezone · Sabtu 05 Desember 2020 05:45 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 04 18 2321965 ethiopia-klaim-perang-di-tigray-berakhir-hampir-semua-pimpinan-pemberontak-tewas-ditangkap-7Q5Pv2BK4o.jpg Pimpinan Pemberontak Tigray Debretsion Gebremichael. (Foto: Reuters)

ADDIS ABABA - Ethiopia mengatakan mereka telah menangkap atau membunuh sebagian besar komandan pasukan pemberontak Tigray yang memberontak. Sementara itu pemimpin pasukan pemberontak yang masih buron pada Jumat (4/12/2020) mengatakan bahwa warga sipil memprotes penjarahan oleh tentara Eritrea.

Tidak ada pihak yang memberikan bukti atas klaim mereka tentang perang yang telah berlangsung selama sebulan. Komunikasi telepon dari wilayah konflik, daerah pegunungan yang berbatasan dengan Eritrea itu masih terputus dan aksesnya sangat dibatasi.

BACA JUGA: PM Ethiopia Ultimatum Pemberontak, Menyerah dalam 72 Jam Atau Tak Ada Ampun

Pertempuran antara tentara federal Perdana Menteri Abiy Ahmed dan pasukan Front Pembebasan Rakyat Tigray (TPLF), meletus pada 4 November. Ribuan orang diyakini tewas sementara lebih dari 45.000 pengungsi menyeberang ke negara tetangga, Sudan.

Para pemimpin TPLF, yang menikmati dukungan rakyat yang kuat di Tigray, tampaknya telah melarikan diri ke pegunungan sekitarnya dan mengatakan bahwa mereka telah memulai perlawanan ala gerilya.

Pimpinan TPLF Debretsion Gebremichael, salah satu orang yang paling dicari di Ethiopia, mengatakan kepada Reuters melalui pesan teks bahwa ada protes di Mekelle, yang merupakan rumah bagi 500.000 orang, karena penjarahan oleh tentara Eritrea.

"Tentara Eritrea ada di mana-mana," katanya, mengulangi tuduhan bahwa Presiden Isaias Afwerki telah mengirim tentara ke perbatasan untuk mendukung Abiy melawan musuh bersama mereka.

BACA JUGA: Ethiopia Umumkan Serangan "Fase Final" ke Wilayah Pemberontak Tigray

Baik Ethiopia dan Eritrea telah membantahnya.

Ethiopia mengatakan TPLF ingin menginternasionalkan konflik sebagai cara untuk memaksa pemerintah, yang tampaknya menguasai semua kota besar, ke dalam mediasi internasional.

Debretsion, mantan operator radio gerilya berusia 57 tahun, tidak memberikan bukti penjarahan atau keberadaan orang Eritrea. Seorang sumber diplomatik membagikan gambar jalan yang tertutup batu, yang katanya dikirim dari seorang penduduk Mekelle, tetapi tidak jelas di mana atau kapan gambar itu diambil.

Pada Rabu (2/12/2020), TV pemerintah menayangkan gambar orang-orang yang berbelanja dan duduk di kursi di kota Mekelle. Namun belum ada gambar aparat keamanan yang berinteraksi dengan warga.

Juru Bicara Abiy, Billene Seyoum mengatakan dia tidak akan mengomentari pesan teks yang tidak dapat diverifikasi.

Seorang komandan militer senior, Jenderal Tesfaye Ayalew, mengatakan "hampir semua musuh", termasuk mantan kolonel federal dan jenderal yang bertempur di pihak Tigrayan, dikalahkan atau mati.

"Tapi orang-orang yang membuat rencana dan para penjahat masih kabur dan bersembunyi," katanya kepada Fana TV yang berafiliasi dengan negara.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini