Heboh Bayi Tertukar di Rumah Sakit Sumenep, Polisi Turun Tangan

Abdul Rahem, iNews · Sabtu 05 Desember 2020 05:40 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 05 519 2322030 heboh-bayi-tertukar-di-rumah-sakit-sumenep-polisi-turun-tangan-X7tco4RBB9.jpg Ilustrasi (Dok. okezone)

SUMENEP - Berawal dari kecurigaan orang tuanya, karena tumbuh rambut tidak wajar, seorang bayi di Sumenep Jawa Timur, diduga tertukar dengan bayi lain di Rumah Sakit Umum Daerah Dokter Mohammad Anwar Sumenep, Madura.

Persoalan ini kini sedang ditangani Polda Jawa Timur, dan orangtua bayi berharap segera ada kepastian.

Anak kedua dari pasangan suami istri, Subroto dan Nurmaningsih ini lahir pada tanggal 13 November 2020.

Kecurigaan tertukarnya bayi ini berawal saat pertama kali menyusui bayi dalam kondisi tanpa rambut. Namun selang tiga hari kemudian, tiba-tiba topi bayi jatuh dan terlihat bayi sudah berambut lebat.

Saat hendak menanyakan hal tersebut ke perawat yang bertugas, tiba-tiba perawat memgambil bayinya dan tidak merespon pertanyaan tersebut, pihak keluarga semakin curiga bahwa bayi tersebut tertukar.

Saat bayi diperbolehkan pulang, pihak rumah sakit memberikan bayi yang berambut lebat, sedang pihak keluarga meyakini bayi yang benar adalah yang tidak berambut, dari kejadian ini, pihak keluarga lalu melaporkan ke Mapolres Sumenep.

Subroto, orang tua bayi, berharap segera ada kepastian dari kejadian atas anaknya, meski sudah dilakukan tes DNA oleh pihak polda, namun pihak keluarga merasa ada kejanggalan, pihak keluarga tidak diperbolehkan melihat bayi tersebut.

"Melihat perbedaan selama dua kali menyusui keraguan saya mulai muncul, saya menolak bayi yang diberikan oleh pihak rumah sakit yang rambutnya gondrong karena pihak keluarga meyakini bayi yang benar tidak berambut dan yang menggunakan topi biru," jelas Subroto.

Hingga berita ini dikeluarkan, pihak RSUD Dokter Mohammad Anwar Sumenep, enggan ditemui. Melalui sambungan telepon, Direktur Utama RSUD menyampaikan kasus tersebut sedang ditangani tim DVI Polda Jawa Timur dengan melakukan tes DNA bayi dan ibunya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini