Rambut Mamalia Tertua Berusia 110 Juta Ditemukan di Spanyol

Susi Susanti, Koran SI · Senin 07 Desember 2020 13:41 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 07 18 2323101 rambut-mamalia-tertua-berusia-110-juta-ditemukan-di-spanyol-MSMxYt95Nv.jpg Foto: SWNS

SPANYOL - Rambut mamalia tertua berusia 110 juta ditemukan sudah diawetkan di “amber” di Spanyol.

Dua potong resin yang mengandung tiga helai rambut mamalia dan bulu dinosaurus ditemukan di tambang Santa María dekat ibu kota Teruel, Arino.

Peneliti mengatakan kemungkinan sang hewan pemilik rambut terjebak di pohon saat tertidur. Kedua bagian tersebut berasal dari periode Kapur Awal dan diawetkan melalui proses yang dijuluki ”pull off vestiture”. Hal ini menunjukkan jika hewan tersebut bersentuhan dengan resin saat beristirahat atau tidur di pohon lebih dari 100 juta tahun yang lalu.

Bulu dan rambut tersebut kemudian akan “tersobek” ketika hewan itu bangun.

Ilmuwan juga menemukan bulu dinosaurus di situs yang sama di Teruel, Aragon, Spanyol timur, dan menyebutkan sisa-sisa tersebut berasal dari antara 105 dan 110 juta tahun yang lalu.

Meskipun rambut mamalia telah ditemukan tercetak pada fosil berumur 160 juta tahun, namun potongan tertua sebelumnya sebenarnya diawetkan berasal dari 100 juta tahun yang lalu.

(Baca juga: Mantan Presiden Uruguay Tabare Vazquez Meninggal di Usia 80 Tahun)

Para peneliti mengatakan pihaknya bisa mengidentifikasi rambut ini sebagai milik mamalia karena beberapa faktor. Yakni pola skala mikroskopis pada tiga rambut, kecenderungan paralelnya dan proporsi yang serupa.

Sementara Spanyol dikenal sebagai hot spot untuk fosil Kapur, para peneliti tidak berharap bisa menemukan sisa-sisa hewan yang diawetkan dalam amber.

“Penentuan kedua temuan ini sangat kompleks, tetapi kemungkinan rambut tetap sesuai dengan burung Enantiornithes yang punah, seperti rambut lain dalam amber,” terang mahasiswa penulis doktoral Sergio Álvarez-Parra dari Universitas Barcelona.

“Mengenai rambut, kami harus mempertimbangkan pola sisik permukaan mirip dengan rambut mamalia saat ini,” ujarnya.

“Arino sudah dikenal dengan fosil vertebrata, seperti dinosaurus Proa valdearinnoensis dan Europelta carbonensis, tetapi tidak ada yang mengira kami dapat menemukan sisa-sisa vertebrata yang termasuk dalam amber,” jelasnya.

Sebelumnya, bulu dinosaurus ditemukan dalam sepotong amber berbentuk seperti stalaktit di Saint Tepat dekat kotamadya Utrillas beberapa tahun lalu.

Kedua potongan itu terbentuk antara 105 dan 110 juta tahun yang lalu, selama periode Kapur Awal.

“Fitur dari proses yang dijelaskan dalam penelitian ini adalah bahwa waktu yang agak lama harus berlalu antara kontak hewan dengan resin dan penarikan jubah. Jadi, temuan studi ini dan proses baru menjelaskan kompleksitas ekosistem selama masa Kapur,” jelas penulis senior Profesor Xavier Delclòs, di Universitas Barcelona.

Adapun periode Cretaceous dimulai 145 juta tahun yang lalu dan berakhir 66 juta tahun yang lalu dengan punahnya dinosaurus.

Saat ini, kedua potongan amber berada di Museum Paleontologi Aragon, Fundación Conjunto Paleontológico de Teruel - Dinópolis. Penemuan ini dipublikasikan di jurnal Scientific Reports.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini