Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Ekspor ke Jepang Berhasil, Nelayan Minta Gubernur Olly Tambah Penerbangan

Tim Okezone , Jurnalis-Senin, 07 Desember 2020 |17:37 WIB
Ekspor ke Jepang Berhasil, Nelayan Minta Gubernur Olly Tambah Penerbangan
Gubernur Sulut Olly Dondokambey menerima nelayan eksportir ikan/Foro: Humas Pemprov Sulut
A
A
A

MANADO - Gubernur Sulut Olly Dondokambey kembali berkantor usai melakukan cuti kampanye Pilkada Sulut. Ia langsung menerima perwakilan nelayan dan eksportir ikan yang tergabung dalam Ikatan Pengusaha Perikanan (IPP) Sulut.

Para nelayan tangkap dan eskportir diwakili oleh Asis Bugis, Jisto Fanah, Budi Wahono, Merlyn Sompie, Kitty Kristanti, Wening, Mutriara Barauntu. Mereka juga didampingi oleh kepala Badan Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM) M. Hatta Arisandi, serta GM Garuda Sulut Macfee Kindangen, yang langsung diterima Gubernur Olly Dondokambey didampingi Sekprov Edwin Silangen di ruang kerja, Jl 17 Agustus Manado.

Kedatangan mereka untuk menyampaikan terima kasih kapada Gubernur Olly Dondokambey yang telah membantu proses direct call cargo ke Narita yang sudah berjalan hingga yang ke-11 kali.

Ketua IPP, Budi Wahono menyampaikan langsung rasa terima kasih yang sebesar-besarnya karena terobosan yang dilakukan oleh Gubernur Sulawesi Utara sehingga ekspor ikan dan komoditas lainnya kini bergairah kendati di masa pandemi covid-19.

Baca juga: Target Menang Mutlak, Olly Minta PDI Perjuangan Sitaro Perkuat Konsolidasi

“Kami baik nelayan dan eksportir serta pihak maskapai mengucapkan terima kasih kepada Pak Gubernur karena dengan adanya direct call flight ini roda ekonomi mulai bergerak pasca pandemi. Harga ikan tuna di tingkat nelayan pun naik tajam,” ujar Budi, Senin (7/12/2020).

Dalam pertemuan tersebut Gubernur Olly langsung meminta agar menyampaikan apa saja kendala di lapangan yang butuh dukungan pemerintah.”Kase tau samua apa aja kendala dan apa yang harus pemerintah buat agar ekspor makin baik ke depan,” tanya Gubernur.

Budi Wahono pun merespon bahwa ada beberapa kendala teknis di lapangan.”Kendala kami selama ini adalah yang pertama handling ikan di tingkat nelayan agar kiranya ada pelatihan dan pendampingan dari dinas terkait. Serta membantu agar tersedia es balok yang cukup. Yang kedua kami meminta di bandara agar dibangun fasilitas cold storage atau chilling room. Yang ketiga agar kiranya ada penambahan penerbangan menjadi dua kali dalam seminggu,” ujar Budi Wahono.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement