Kepala BKIPM, M. Hatta Arisandi mengatakan, volume selama ini sudah mencapai hingga hampir Rp20 miliar dan cukup membantu nelayan tangkap.
Para eksportir berharap agar direct call bisa ditingkatkan lagi dengan penambahan jadwal pengiriman menjadi dua kali pengiriman dalam setiap minggu.
“Dengan adanya pasokan rutin dari nelayan, maka kita bisa melakukan dua kali pengiriman dalam 1 minggu agar nilai ekonomis tuna di nelayan tetap stabil sehingga ini sangat membantu perekonomian nelayan dan eksportir,” kata Hatta Arisandi.

Mendengarkan masukan dari para nelayan dan eksportir, Gubernur Olly langsung meminta agar nelayan melalui asosiasi memasukan daftar kendala dan masalah secara tertulis dan akan langsung ditindaklanjuti secara cepat.
“Bagi kami semua masalah yang sifatnya teknis tidak ada masalah, nanti agar lebih sistematis nanti dimasukan dalam bentuk daftar masalah dan kendala agar segara pemerintah mengambil langkah yang cepat. Jadi prinsipnya, seperti sejak awal komitmen saya jelas, agar nelayan, eksportir dan kita semua bisa begerak, semua bisa jalan agar roda perekonomian bergerak sehingga semua merasakan dampak untuk kesejahteraan rakyat Sulawesi Utara,” kata Gubernur Sulut Olly Dondokambey.
(Fetra Hariandja)