“Bulan memiliki potensi ilmiah yang sangat besar dan astronot akan membantu kita mewujudkan sains itu,” kata administrator asosiasi untuk Direktorat Misi Sains NASA, Thomas Zurbuchen, dikutip South China Morning Post.
“Laporan ini membantu menguraikan jalan ke depan menuju sains menarik yang sekarang dapat kita renungkan untuk dilakukan di permukaan bulan dalam hubungannya dengan penjelajah manusia,” terangnya.
Misi Artemis I, yang diharapkan berlangsung sebelum akhir 2021, akan melibatkan pengujian Sistem Peluncuran Luar Angkasa dan pesawat ruang angkasa Orion tak berawak.
Adapun Artemis II akan melihat uji terbang awak dikirim ke orbit pada tahun 2023 tetapi tidak akan melibatkan pendaratan yang sebenarnya di bulan.
Kemudian Artemis III akan mengirim astronot, termasuk wanita pertama, ke bulan pada 2024.
Para astronot hanya akan memiliki maksimal enam setengah hari di bulan dan laporan tersebut memberikan sumber daya bagi perencana misi yang akan mengembangkan aktivitas mereka.