Videokan Pelanggaran Covid-19 di TikTok, Perawat Ini Kehilangan Pekerjaan

Susi Susanti, Koran SI · Rabu 09 Desember 2020 14:54 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 09 18 2324553 videokan-pelanggaran-covid-10-di-tiktok-perawat-ini-kehilangan-pekerjaan-ZktLPLmHu3.jpg Foto: Okezone

OREGON - Seorang perawat onkologi di Oregon yang membuat video TikTok seolah-olah melanggar pembatasan Covid-19 dinyatakan tidak lagi bekerja di rumah sakit tempatnya bekerja, di rumah sakit Salem Health.

Di video yang viral itu, perawat Ashley Grames terlihat mengenakan scrub dan stetoskop di lehernya, berpura-pura berteriak dengan caption yang bertuliskan, “Saat rekan kerja mengetahui bahwa saya masih bepergian, jangan memakai masker saat saya keluar, dan biarkan anak-anak saya punya teman bermain.”

Akibat video yang diposting pada 27 November ini, Grames diberi cuti administratif. Video ini pun telah dihapus, namun tetap bisa beredar melalui setidaknya satu pengguna TikTok lain yang memposting versi ke akun mereka sendiri.

Melalui penyataan yang diposting ke Facebook tak lama setelah video itu viral, rumah sakit mengatakan video itu menunjukkan sikap angkuh yang mengabaikan keseriusan pandemi ini dan ketidakpeduliannya terhadap jarak fisik dan menutupi di luar pekerjaan.

Kendati demikian, rumah sakit tidak menegaskan apakah Grames berhenti atau dipecat.

“Kami tidak secara terbuka membahas keputusan personel,” kata juru bicara rumah sakit.

(Baca juga: "Influencer" Media Sosial Diminta Tidak Mendorong Anak-anak Berjudi)

Sementara itu, Grames, melalui postingan di Facebook, mengklaim dirinya tidak dipecat oleh Salem Health.

“Saya ingin meluruskan, saya tidak diberhentikan, saya mengambil cuti,” tulis Grames.

Dia mengatakan ingin fokus ke rencana yang akan dilakukannya, yakni kembali ke sekolah.

Seperti diketahui, Oregon telah mengalami lonjakan kasus Covid-19 selama beberapa minggu terakhir dan mencatat rekor jumlah infeksi baru.

Adapun Marion County, tempat rumah sakit Salem Health, memiliki jumlah kasus tertinggi di negara bagian itu.

Menurut jaringan rumah sakit, saat ini rumah sakit memiliki 47 anggota staf yang dikarantina, dan 176 karyawan dari sekitar 5.200 karyawan dinyatakan positif Covid-19.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini