Jebak Babi Hutan, yang Kena Malah Beruang Madu

Jamal Pangwa, iNews · Rabu 09 Desember 2020 15:48 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 09 340 2324604 jebak-babi-hutan-yang-kena-malah-beruang-madu-5EjLrhVupB.jpg Beruang madu terkena jeratan. (Foto: Jamal Pangwa)

PIDIE JAYA– Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh dan PKSL Unsyiah mengevakuasi seekor beruang madu yang terperangkap jerat babi, Selasa 8 Desember 2020. Perangkap Jerat babi itu dipasang warga untuk mencegah babi masuk ke kebun.

Ketua Tim BKSDA Aceh, Andi Aswinsyah mengatakan, perangkap tersebut semula dipasang untuk mengurangi gangguan hama babi yang mengganggu tanaman kebun warga. “Namun yang terjerat ternyata beruang madu,” pungkas Andi Aswinsyah, Rabu (9/12/2020).

(Baca juga: Viral Percakapan Kapolda Metro Tentang Rencana Pembunuhan Habib Rizieq, Polisi: Itu Hoaks!)

Lebih lanjut Acep, sapaan Andi Aswinsyah mengatakan, beruang yang terperangkap jerat babi tersebut berjenis kelamin betina dan diperkirakan baru berumur lebih kurang 8 tahun. “Karena lukanya parah, beruang ini akan dibawa kekantor BKSDA Aceh untuk dirawat, kalau memungkinkan juga akan dibawa ke Fakultas Kedokteran Hewan Unsyiah,” tambahnya.

BKSDA Aceh mengimbau warga supaya menghentikan perburuan satwa liar yang dilindungi. Beruang madu merupakan jenis satwa langka dan dilindungi undang-undang no 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

Dalam Evakuasi Beruang Madu ini BKSDA Aceh membawa Drh. Rosa Rika Wahyuni, M.Si dokter dari BKSDA ACEH, Drh. Arman Sayuti, MP dan Drh. Rian Ferdian dari PKSL Unsyiah, Kepala Resor BKSDA Pidie dan Pidie Jaya dan personilnya, serta dibantu oleh Kapolsek Meurah Dua Iptu. Syahri, SH, serta Anggotanya dan juga dibantu oleh Miswar dari DLHK Aceh.

(Baca juga: Komnas HAM Temukan Fakta Baru dari Lokasi Penembakan 6 Laskar FP)

Dokter dari BKSDA Aceh, Drh. Rosa Rika Wahyuni juga menyampaikan bahwa beruang ini kondisinya sudah sangat lemas, serta luka kakinya sudah membusuk serta sudah berbelatung. Pihaknya akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut di Fakultas Kedokteran Hewan Unsyiah.

Kapolres Pidie Jaya, melalui Kapolsek Meurah Dua, Iptu. Syahril, SH, menyampaikan bahwa selama ini, pihaknya selalu mengingatkan masyarakat terkait satwa yang dilindungi supaya jangan diburu.

(don)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini