Menurut Reza, peristiwa yang dipersepsikan kritis sering berlangsung pada malam hari. Ia pun memaparkan bahwa data menunjukkan bahwa lebih dari 70% kasus penembakan terhadap target yang disangka bersenjata berlangsung pada malam hari.
"Saat pencahayaan minim sehingga mengganggu kejernihan penglihatan personel. Sempurnalah faktor luar dan faktor dalam memunculkan perilaku. Faktor luar adalah letusan pertama oleh personel pertama dan kondisi alam di TKP. Faktor dalam adalah rasa takut personel," ucap dia.
Reza menjelaskan, perbedaan versi peristiwa pemembakan Laskar FPI membutuhkan investigasi dari kasus per kasus terhadap masing-masing dan antar personil kepolisian yang bertugas menguntit Habib Rizieq tersebut.
"Investigasi oleh semacam shooting review board nantinya tidak hanya mengeluarkan simpulan apakah penembakan memang sesuai atau bertentangan dengan ketentuan. Lebih jauh, temuan tim investigasi bermanfaat sebagai masukan bagi unit-unit semacam SDM dan Diklat," tambahnya.
(Qur'anul Hidayat)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.