Hukuman Reynhard Sinaga "Predator Seksual" Diperberat Jadi 40 Tahun Penjara

Agregasi BBC Indonesia, · Jum'at 11 Desember 2020 23:27 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 11 18 2326170 hukuman-reynhard-sinaga-predator-seksual-diperberat-jadi-40-tahun-penjara-tKapzR7WbJ.jpg Pelaku pemerkosaan brutal, Reynhard Sinaga (foto: BBC)

INGGRIS - Reynhard Sinaga (37) dijatuhi hukuman seumur hidup oleh Pengadilan Manchester, Inggris karena terbukti dalam ratusan kasus pemerkosaan dan serangan seksual terhadap puluhan korban pria.

Saat ini, Mahkamah Banding Inggris menetapkan hukuman Reynhard Sinaga diperberat dengan minimum 40 tahun, sebelum dapat mengajukan permintaan pembebasan.

Baca juga:  Jaksa Penuntut Inggris Minta Hukuman Reynhard Sinaga Diperberat

Menanggapi keputusan Mahkamah Banding itu, Polisi Manchester Raya, Mabs Hussain mengatakan, pihaknya senang dengan keputusan tersebut.

"Menyambut keputusan hari ini dan kami senang bahwa Sinaga akan mendekam di penjara selama 10 tahun lebih lama. Dari pembicaraan dengan banyak korban, kami tahu bahwa banyak yang juga menyambut hasil ini dan merasa diperberatnya hukuman ini menggambarkan kekejaman kejahatan yang dilakukan," kata Mabs Hussain.

Baca juga:  Korban Reynhard Sinaga Akan Dihantui Trauma Seumur Hidup

Pada 6 Januari lalu, Reynhard dijatuhi hukuman penjara seumur hidup dengan waktu minimum mendekam di penjara selama 30 tahun sebelum dapat mengajukan permohonan bebas.

Dalam vonis di pengadilan Manchester atas 159 kejahatan seksual terhadap 48 pria, Hakim Suzanne Goddard menggambarkan Reynhard sebagai "predator seksual " yang "tidak akan pernah aman untuk dibebaskan."

 

Namun pada pertengahan Oktober lalu, Kejaksaan Agung Inggris mengajukan permohonan hukuman seumur hidup total atau tidak dapat mengajukan permohonan bebas lagi ke Mahkamah Banding. Jaksa dari Kejaksaan Agung Michael Ellis saat itu mengatakan kasus perkosaan itu menyangkut kejahatan seksual yang begitu berat.

Dalam putusan, yang dikeluarkan hari Jumat 11 Desember 2020, Mahkamah Banding menyebut para hakim sepakat bahwa hukuman seumur hidup total "tidak hanya untuk" kasus pembunuhan berat saja. Para hakim menolak permintaan hukuman seumur hidup secara total yang tidak pernah diterapkan pada kasus bukan pembunuhan.

Hukuman total seumur hidup tanpa ada hukuman minimal untuk pengajuan pembebasan biasanya dijatuhkan kepada terpidana kasus pembunuhan berat, termasuk pembunuhan berantai, penculikan anak atau kejahatan dengan motif terorisme.

Jaksa sendiri menyatakan, tambahan hukuman menjadi minilam 40 tahun, adalah yang terberat menyangkut kasus bukan pembunuhan. Terkait terungkapnya korban lain, polisi Manchester Mabs Hussain mengatakan perkembangan ini tak lepas dari keberanian para korban sendiri.

"Perhatian utama kasus ini selalu adalah para korban dan upaya mendukung mereka selama pengalaman mengerikan mereka. Keberanian yang ditunjukkan para pria menunjukkan sesuatu yang luar biasa dan kami bersama mitra seperti St Mary's Sexual Assault Referral Centre and Survivors (pusat bantuan korban perkosaan) akan terus mendukung para korban dan membantu mereka semampu kami," kata Hussain.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini