Karantina Pemudik, FX Rudy: Jangan Sambat Wae, Yen Rakyat Mati Sing Tanggung Jawab Siapa!

INews.id, · Jum'at 11 Desember 2020 15:27 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 11 512 2325885 karantina-pemudik-fx-rudy-jangan-sambat-wae-yen-rakyat-mati-sing-tanggung-jawab-siapa-BhuD87QnLN.jpg foto: Okezone

SOLO - Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo akan melakukan karantina bagi pemudik saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Namun kebjiakan orang nomor satu di Solo ini menuai polemik di masyarakat.

(Baca juga: Pelancong Nekat ke Solo, Harus Rela Dikarantina 14 Hari di Benteng Vastenburg)

Rudy menegaskan, pihaknya akan tetap mengkarantina bagi siapapun pendatang dari luar kota yang hendak ke Kota Solo, sekali pun hanya untuk datang ke resepsi pernikahan.

Namun, penyataannya tersebut diklarifikasi. Dia mengatakan hanya bagi pemudik saja yang akan dikarantina. Sedangkan yang datang ke Kota Solo untuk menghadiri pernikahan, tetap dipersilahkan. Yang terpenting, kata dia, tetap mematuhi protokol kesehatan.

(Baca juga: Ditetapkan Tersangka, Polisi Telah Ketahui Persembunyian Habib Rizieq)

"Tak baleni (ulangi) ya, pemudik, pemudik yang dikarantina. Kalau mau jagong, mau tugas, tidak persoalan. Lah, yang kudu meralat yo sing nulis, dudu aku. Artinya yang dikarantina itu hanya pemudik. Kalau tidak mudik ya tidak dikarantina," kata Rudy, Jumat (11/12/2020).

Politikus PDIP itu mengatakan, kebijakan mengkarantina para pemudik ini bukan untuk merugikan pihak hotel. Namun, kebijakan karantina para pemudik dari luar Kota Solo, sebagai pertanggungjawaban dirinya menjaga kondusifitas Kota Solo.

"Jangan dianggap saya merugikan hotel, saya juga harus menciptakan suasana kondusif di Kota Solo," ujarnya.

"Kalau itu dibiarkan yang rugi warga Solo. Kalau pengusaha itu kan sudah menikmati keuntungan puluhan tahun. Lha yen rakyat mati, sing tanggung jawab siapa," katanya.

Oleh karea itu, dia meminta warga Solo yang ada di luar kota untuk tidak mudik terlebih dahulu.Meski diakui Rudy, kebijakan ini bisa merugikan pajak pendapatan Kota Solo, tidak masalah.

"Pajak berkurang itu risiko. Risiko pandemi itu berkurang. Hanya pemudik yang dikantina, yen rene (kalau ke sini) jagong, yo jagongo. Asal sesuai protokol kesehatan. Dari Jakarta atau dari Palembang (warga Solo) yang mau mudik ya ra sah mudik," ujarnya.

"Jangan sambat wae (mengeluh saja), dan saya jangan dituduh arep leren wae gawe ulah. Kalau pemudik yang dikarantina mencapai 1.000 orang, dan 1.000 orang ini dibiarkan masuk Solo, sing tanggungjawab sopo hayo," tutup Rudy.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini