JAKARTA - Bareskrim Mabes Polri telah menggelar rekonstruksi penembakan enam anggota laskar Front Pembela Islam (FPI) pengawal Habib Rizieq Shihab, di KM 50 Tol Cikampek, Senin (14/12/2020) dini hari. Tagar #RekontruksiDagelanKM50 menjadi trending topik di Twitter.
Melalui hastag #RekonstruksiDagelanKM50, warganet memberikan beragam komentar mengenai kejanggalan fakta penembakan. Tagar tersebut sudah dicuit 2.500 kali lebih dan kemungkinan akan bertambah terus mengingat tagar baru muncul Senin pagi.
"Dua tewas di tempat, alasan penembakan gak jelas. Kenapa harus ditembak? Jika 2 berbahaya, lalu 4 apa tidak lebih berbahaya? Tapi bisa ditangkap dan digiring ke dalam mobil. Di mobil bergumul merebut senjata aparat? #RekonstruksiDagelanKM50," tulis akun @HelmiPauzi seperti yang dikutip, Senin (14/12/2020).
"Apa tangannya gak diikat/borgol? Jika diborgol, bagaimana bisa bergumul dan mencekik? Lalu didor, luka seragam keenam di daerah jantung. Ada yg tembus. Jika tembus di manakah bekas peluru tembus itu di dalam mobil? Atau dieksekusi di luar mobil? #RekonstruksiDagelanKM50," cuit @HelmiPauzi selanjutnya.
"Peristiwa yang awalnya janggal.. hingga menimbulkan keraguan publik..makin ke sini semakin lucu dan menariknya kita dipaksa percaya kalau tidak akan dipidana kan.. Kalau kta polisi hoax ya hoax buat apa dimasalahin lg.. #RekonstruksiDagelanKM50," ungkap akun @baronson123
Akun twitter resmi FPI pun tidak mau ketinggalan dengan terus mengajak para netizen menggaungkan hastag #RekonstruksiDagelanKM50.
"Yg mau percaya versi polisi, silahkan. Itu hak anda. Tapi yg akal sehatnya jalan, dia akan melihat banyak yg janggal. Dan tidak percaya ket. polisi yg di rasa janggal, bukanlah kriminal. Kami menganggap itu adalah: #RekonstruksiDagelanKM50 Cc: @KomnasHAM," cuit @Puspen_FPI.
Baca juga: Polda Jabar Periksa Habib Rizieq Terkait Kasus Megamendung
- Mabes Polri menggelar rekonstruksi dengan 53 adegan, terkait peristiwa penembakan 6 anggota Laskar FPI, di jalan Tol Jakarta-Cikampek wilayah Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Senin (14/12/2020).
Proses rekonstruksi yang dikawal ratusan personel kepolisian dari Polres Karawang, Polda Jabar dan Polda Metro Jaya itu berlangsung selama lebih dari 4 jam, mulai pukul 00.35 hingga sekitar 4.30 WIB.