Ditraktir Makan Orang Asing Hingga Rp2 Juta, Ibu Ini Menangis Haru

Susi Susanti, Koran SI · Rabu 16 Desember 2020 14:04 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 16 18 2328706 ditraktir-makan-orang-asing-hingga-rp2-juta-ibu-ini-menangis-haru-z8p6V2XOlA.jpg Foto: Liverpool Echo

INGGRIS - Ibu dua anak ini tak kuasa membendung air mata ketika ada orang yang tak dikenal membayar tagihan makanannya di restoran.

Orang asing yang baik hati itu membayar tagihan makanan yang mereka pesan seharga 100 poundsterling (Rp2 juta).

Kimberley Cain, 31, mengatakan dia hampir menangis dan tak percaya ketika dia ingin membayar makanan saat makan malam bersama anaknya yang berumur 10 tahun dan anak tirinya berusia tujuh tahun di Liverpool pada Sabtu (12/12) lalu, ternyata makanan itu sudah dibayar orang lain.

Keluarga itu makan di salah satu restoran favorit mereka di Sapporo Tepanyaki, Liverpool. Mereka diketahi berbagi meja makan bersama orang lain.

“Di sebelah kami ada dua pasangan yang keluar bersama, yang semuanya cantik dan kami mengobrol dengan mereka,” terangnya kepada Liverpool Echo.

“Mereka semua sangat ramah dan menyenangkan dengan anak-anak,” jelasnya.

“Makanannya luar biasa seperti biasanya. Kami masih menyediakan tempat untuk pencuci mulut ketika kami selesai dan anak-anak tampak seperti Bruce Bogtrotter setelah kue cokelat,” terangnya.

(Baca juga: Pasutri Ditembak 75 Kali Saat Tinggalkan Kasino)

Dia mengatakan ketika meminta tagihan setelah makan, salah satu pria di meja sebelah mengatakan tagihan mereka ada padanya.

“Saat saya menunggu, salah satu pria dari pasangan di sebelah kami memberi tahu kami jika tagihan itu ada padanya,” terangnya.

“Dia bilang senang bisa duduk di samping kami dan dia hanya ingin mentraktir kami,” jelasnya.

“Sejujurnya saya tidak bisa mempercayainya. Tagihan kami pasti mencapai 100 poundsterling (Rp2 juta),” ujarnya.

“Pelayan datang dan berkata tagihan kami telah dibayar dan selama dia bekerja di sana, dia tidak pernah mengalami hal itu,” terangnya.

“Setelah tahun yang penuh cobaan, yang sejujurnya hampir membuatku menangis, dan anak-anak benar-benar tidak bisa berkata-kata, yang merupakan keajaiban tersendiri,” jelasnya.

Kimberley pun membagikan cerita ini di Facebook untuk berterima kasih sekali lagi kepada pria dan keluarganya karena telah membayar makanan mereka.

“Dia tidak melakukannya untuk pengakuan apa pun, itu murni altruistik dan karena dia menikmati kebersamaan dengan kami, yang merupakan hal terbaik tentang itu,” ungkapnya.

“Meskipun beberapa kali berterima kasih kepada mereka, saya merasa perlu untuk membagikannya di media sosial dengan harapan dapat menemukan orang-orang dan memberi tahu mereka betapa bersyukurnya kami,” ujarnya.

“Saya juga berpikir akan menyenangkan untuk berbagi pengalaman saya karena menurut saya berita positif tidak cukup dibagikan, dan ada begitu banyak malapetaka dan kesuraman tahun ini,” lanjutnya.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini