Beruang Sirkus dan Paling Kesepian di Dunia Akhirnya Bertemu Beruang Lain

Susi Susanti, Koran SI · Kamis 17 Desember 2020 06:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 16 18 2328909 beruang-sirkus-dan-paling-kesepian-di-dunia-akhirnya-bertemu-beruang-lain-sFNtuHukkj.jpg Foto: Four Paws

SWISS - Beruang paling kesepian di dunia yang menghabiskan seluruh hidupnya di dalam kandang dan dipaksa tampil untuk sirkus akhirnya bisa bertemu beruang lain setelah diselamatkan dan dibawa ke suaka margasatwa Swiss.

Beruang bernama Jambolina, 11, diselamatkan oleh organisasi hak-hak hewan Four Paws setelah ditemukan disimpan di kandang kecil di garasi di Ukraina saat tidak tampil di sirkus selama 11 tahun.

Beruang ini dijemput dari rumahnya Selasa (16/12) dan dibawa dalam perjalanan selama empat hari sejauh 2.400 kilometer ke cagar Alam Beruang Arosa di Swiss.

Meskipun Four Paws memiliki pusat penyelamatan di Ukraina, namun mereka tidak bisa memasukkan Jambolina karena sudah menampung 22 beruang yang merupakan kapasitas maksimum. Badan amal itu pun menghubungi cagar alam Swiss untuk meminta bantuan.

Jambolina memiliki hidup yang sangat tragis. Dia telah “dimanfaatkan” sebagai beruang sirkus sejak dibeli oleh pemiliknya hanya beberapa minggu setelah lahir pada Januari 2009 di Kebun Binatang Yalta di Crimea.

Tadinya dia dijadwalkan tampil di sirkus pada Maret lalu, namun batal karena pembatasan Covid-19.

(Baca juga: Harta Karun Berusia 5.000 Tahun Ditemukan di Kotak Cerutu)

Pemilik beruang ini mengatakan kepada Four Paws jika dia terpaksa menyimpan Jambolina di peti kecil yang lebarnya hanya beberapa meter sejak terjadinya pandemi. Saking kecilnya peti itu, Jambolina tidak bisa bergerak sama sekali. Dia juga menderita karena kurang olahraga dan kebosanan.

Dia pun meminta badan amal untuk memberikannya kehidupan yang baik dan layak.

Katharina Braun dari Four Paws International mengatakan Jambolina dikurung sendirian di dalam kandang kecil sejak masih kecil. Dia juga hidup tanpa beruang lain.

Direktur Four Paws Ukraina Taras Boiko mengatakan penyelamatan itu merupakan perjalanan yang rumit melintasi Polandia, Jerman dan Austria, terutama dengan pembatasan perjalanan saat ini.

Sementara itu, Barbara van Genne dari Four Paws mengatakan mengangkut beruang melintasi empat negara dan dua perbatasan EU (Uni Eropa) adalah tantangan besar, terlebih lagi pada masa pandemi Covid-19.

“Kami harus memastikan kesejahteraan Jambolina setiap saat sementara banyak dokumen dan kontrol diperlukan untuk bagian logistik transfer,” terangnya, dikutip Daily Mail.

Selain Jambolina, mereka juga menyoroti kasus dua beruang lain yang diselamatkan, yaitu Amelia dan Meimo, yang juga berada di pengungsian dan tahun ini pergi berhibernasi di gua buatan manusia.

“Kondisi pemeliharaan Jambolina jauh dari spesies, yang berdampak negatif pada kesehatannya,” terang Van Genne.

Dia mengatakan kondisi giginya buruk dan cakarnya perlu pemeriksaan lebih lanjut.

“Untuk sementara, dia akan tetap di kandang adaptasi sehingga tim pemelihara hewan bisa mengamatinya,” jelasnya.

“Melalui distribusi makanan yang ditargetkan, dia akan terbiasa dengan ritme hibernasi dan mudah-mudahan mendapatkan kembali naluri alaminya,” lanjutnya.

Di bagian terakhir perjalanannya, seorang perawat terlihat membawa Jambolina dengan selamat melewati tumpukan salju di ketinggian lebih dari 2.000 meter di atas permukaan laut.

Nantinya pekerja di cagar alam Swiss pertama-tama akan memeriksa apakah Jambolina ingin hibernasi yang sebelumnya tidak dapat dia lakukan saat di penangkaran.

Mereka berharap naluri alami ini akan membantunya kembali ke akarnya.

Diketahui, kepemilikan pribadi beruang di Ukraina dimungkinkan selama mereka tidak ditangkap di alam liar dan merupakan anak dari beruang yang sudah di penangkaran.

Kandang harus berukuran minimal 30 meter persegi dan tinggi tiga meter, tetapi hanya ada sedikit pemantauan atau hukuman untuk pelanggaran peraturan.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini