Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

"Ngobrol Bareng Gus Miftah", iNews dan RCTI+ Jumat Pukul 20.00: Indonesia Masih Rawan Ancaman Aksi Terorisme

Tim Okezone , Jurnalis-Kamis, 17 Desember 2020 |17:31 WIB
Ngobrol bereng Gus Miftah/Foto: istimewa
A
A
A

Pendefinisian terorisme, ungkap Kepala BNPT, tidak akan lepas dari bias politik dan ideologi. Instabilitas politik, keamanan, dan lemahnya pemahaman keagamaan serta menurunnya wawasan kebangsaan dapat menimbulkan keinginan disintegrasi bangsa sehingga memicu lahirnya terorisme.

Sementara Gus Miftah juga menyampaikan pandangannya tentang terorisme. “Fenomena terorisme tidak terjadi karena suku dan agama atau ras tertentu saja, tetapi terorisme berpotensi ada di setiap individu tanpa melihat agamanya,” ujar pengasuh Pondok Pesantren Ora Aji, Yogjakarta ini.

Sebuah agama sepatutya tidak lah menjadi perdebatan dan alasan mencari pembenaran atas tindak kekerasan berkedok jihad. Selanjutnya Gus Miftah berpesan “agama tidak untuk diperdebatkan tapi untuk diamalkan. Kalau diperdebatkan, semua orang akan mengatakan agamanya paling benar. Tapi kalau ada yang mengatakan semua agama itu benar, salah, yang benar adalah semua agama benar bagi penganutnya”.

“Ngobrol Bareng Gus Miftah” besok Jumat, 18 Desember 2020 pukul 20.00 WIB akan hadir Kepala BNPT Komjen Pol Boy Rafli Amar yang akan mengupas pembahasan aksi terorisme di Indonesia hanya di stasiun televisi berita milik MNC Group, iNews. Ikuti program ini melalui aplikasi RCTI+ dan www.rctiplus.com.

(Fetra Hariandja)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement