Andrei Angouw Resmi Jadi Wali Kota Beragama Konghucu Pertama di Indonesia

Subhan Sabu, Okezone · Jum'at 18 Desember 2020 07:36 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 18 340 2329863 andrei-angouw-resmi-jadi-wali-kota-beragama-konghucu-pertama-di-indonesia-OR6yTR9LIa.JPG Andrei Angouw resmi jadi Wali Kota Manado (Foto: Okezone/Subhan)

MANADO - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Manado telah selesai melaksanakan rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil penghitungan suara pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara dan menetapkan hasil penghitungan suara pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Manado Tahun 2020.

Dari hasil rapat pleno tersebut, Pasangan Calon (Paslon) nomor urut 1 Andrei Angouw dan Richard Sualang meraih perolehan suara tertinggi dibandingkan tiga paslon lainnya. keduanya memperoleh 88.303 suara.

Paslon nomor urut 2 Sonya S Kembuan dan Syarifudin Saafa meraih 32.224 suara, paslon nomor urut 3 Mor Dominus Bastiaan dan Hanny Joost Pajouw dengan 53.090 suara, paslon nomor urut 4 Julyeta Paula Runtuwene dan Harley Mangindaan mendapatkan 66.730 suara.

"Peraih suara terbanyak sudah bisa kita lihat bersama hasil perolehan suara di kota manado baik untuk gubernur maupun walikota. Sebentar lagi kami akan menandatangani berita acara serta SK," ujar Ketua KPU Manado Jusuf Wowor, Kamis (17/12/2020).

Dengan demikian masyarakat Tionghoa, terlebih khusus penganut Konghucu di Indonesia akan menorehkan sejarah baru. Karena di Manado, Sulawesi Utara (Sulut) Andrei Angouw akan menjadi Wali Kota beragama Konghucu pertama di Indonesia.

Baca Juga: Jadi Wali Kota Beragama Konghucu Pertama, Andrei Angouw Banjir Ucapan Selamat

Andrei Angouw merupakan seorang politisi yang berlatar belakang pengusaha, yang lahir dan besar di kota Manado. Berbekal kendaraan politik PDI Perjuangan, Ia terpilih sebagai anggota DPRD Sulut 3 periode berturut-turut, sebelum akhirnya menjabat sebagai Ketua DPRD Sulut sejak 16 Februari 2016. Kala itu, Andrei Angouw juga tercatat sebagai Ketua DPRD yang beragama Konghucu pertama di Indonesia.

Andrei Angouw merupakan seorang politikus dari fraksi PDI Perjuangan tulen. Ia berdarah Tionghoa dan merupakan orang yang beragama Konghucu pertama yang berhasil menjabat posisi Ketua DPRD di Indonesia. Ia memiliki latar belakang pengusaha dan sebelumya pernah menjadi direktur PT. Gapura Utarindo.

Perjalanan politik Andrei dimulai ketika dia berhasil terpilih sebagai anggota DPRD Sulawesi Utara periode 2009-2014 (dari Dapil Sulawesi Utara 1 yang meliputi kota Manado).

Ia lalu terpilih kembali pada periode 2014-2019. Pada periode inilah dia mulai menapaki kariernya ketika terpilih sebagai Ketua Komisi III DPRD Sulut (bidang pembangunan).

Lalu kemudian pada tahun 2016 menjadi Ketua DPRD Sulawesi Utara, ketika ditunjuk menggantikan Steven Kandouw yang mengundurkan diri karena mencalonkan diri sebagai calon Wakil Gubernur Sulawesi Utara bersama Olly Dondokambey.

Ia pun kembali terpilih untuk ke-3 kalinya pada periode 2019-2024, dan berhasil mempertahankan posisi Ketua DPRD Sulawesi Utara (secara definitif); sebelum kemudian mengundurkan diri pada 9 September 2020, karena mencalonkan diri sebagai calon Walikota Manado bersama Richard H.M. Sualang.

Isu-isu Suku, Ras, Agama dan Antargolongan (SARA) selalu didengung-dengungkan dalam penyelanggaraan pilkada di Kota Manado kepada Andrei Angouw. Dia mengaku sangat menyesalkan hal itu, tapi dia juga tahu dalam kontestasi pilkada, bukan hanya di Manado bahwa memang isu-isu itu paling gampang dimainkan.

"Tapi isu itu yang sangat berbahaya, isu yang sangat tidak mendidik, kita berharap isu itu nanti ke depan tidak ada lagi karena itu berpotensi memecah belah bangsa kita," terang Andrei beberapa waktu laku

Andrei mengaku tidak mau terpengaruh dengan adanya isu-isu tersebut. Dia memilih untuk tidak mau mendengar isu-isu itu, tidak mencari beritanya, tidak mencari isunya, bahkan kalau ada yang menyampaikan dia memilih untuk mengabaikannya agar tidak mempengaruhi konsentrasi dia.

Dia mengaku mengganggap isu-isu itu bukan sebagai hal yang besar. Dia lebih memilih berkonsentrasi untuk memenangkan pilkada saja. Karena bagi dia, apapun agamanya, semua warga negara Indonesia.

"Yang penting kita berniat membangun bangsa ini, kita bekerja untuk seluruh masyarakat tanpa melihat agama, etnis dari masyarakat tersebut. Jadi untuk saya itu hal yang not big deal," terang ayah empat orang anak ini.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini