"Habis menonton film November 1828, hutan itu jadi tempat perang-perangan gerilya anak-anak SD," katanya.
Di masa kecilnya, UGM adalah kampus yang terbuka dan bisa diakses semua. "Kampus itu milik rakyat. Kampus itu memang bukan milik satu orang, bukan milik kita, saat itu semua masih sadar bahwa lahan strategis itu, kampus sebesar itu adalah dari pemberian dan dari kemurahan hati seorang visioner, negarawan dan pengayom: Ngarso Dalem Sri Sultan Hamengkubuwono IX," cuitnya.
Anies mengatakan, masa kuliah menjadi pelengkap yang utama. Dia masuk Fakultas Ekonomi UGM angkatan 1989. Pembelajaran di ruang kuliah dan luar ruang kuliah menjadi pelajaran yang hikmahnya mengalir tanpa henti hingga sekarang.
Baca Juga: Anies Keluarkan Ingub & Pergub, Operasional Transportasi hingga Pukul 20.00 WIB
Pada masa kuliah inilah, gemblengan pengalaman membekas pada diri Anies hingga kini. Pergolakan ide tentang keterbukaan dan demokrasi dihadapkan dengan kondisi represif era Orde Baru.
"Kita bersyukur bahwa ambil rute repot, rute perjuangan, berada di sisi pendorong perubahan, bersama dalam angkatan mahasiswa yang berdiri tegak menyuarakan dan memperjuangkan perubahan. InsyaAllah, kita semua yang pernah merasakan pendidikan dari negara akan terus mendarmabaktikan ilmunya untuk Ibu Pertiwi...," katanya.