Menjadi Budak Selama 40 Tahun dan Dipaksa Kawin dengan Orang yang Lebih Tua, Wanita Ini Berhasil Diselamatkan

Susi Susanti, Koran SI · Rabu 23 Desember 2020 14:34 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 23 18 2332818 menjadi-budak-selama-40-tahun-dan-dipaksa-kawin-dengan-orang-yang-lebih-tua-wanita-ini-berhasil-diselamatkan-a4Q1rgkG9A.jpg Foto: Okezone

BRASIL - Seorang wanita yang diperbudak sejak usia delapan tahun dalam rumah tangga selama 40 tahun dan dipaksa menikah dengan seorang anggota keluarga yang sudah lanjut usia (lansia), akhirnya bisa diselamatkan.

Dirinya berhasil bebas setelah tetangga menghubungi pihak berwajib. Saat diselamatkan, korban tinggal di sebuah kamar kecil di apartemen di Patos de Minas, di negara bagian tenggara Minas Gerais.

“Mereka memberinya makanan ketika dia lapar, tetapi semua haknya direnggut,” terang Humberto Camasmie, inspektur yang bertanggung jawab atas penyelamatan, kepada kantor berita Reuters.

Nasib buruk ini terjadi ketika kedua orang tua korban menyerahkannya kepada seorang profesor di Universitas Patos de Minas, Unipam. Saat itu, usia korban masih delapan tahun.

Saat ini korban telah berusia 46 tahun, dan telah bekerja untuk keluarga itu hampir sepanjang hidupnya tanpa diberi gaji dan cuti.

Dalam kasus ini, petugas diberi tahu oleh tetangga yang menerima catatan dari wanita yang meminta mereka membelikan makanan dan produk kebersihan untuknya, karena dia tidak punya uang.

Petugas mengatakan wanita itu dipaksa menikah dengan anggota keluarga yang sudah tua sehingga mereka terus menerima pensiun setelah kematiannya.

(Baca juga: ngin Bagikan Hadiah Permen, Sinterklas "Nyangkut" di Kabel Listrik)

Korban berhasil diselamatkan dan berada di penampungan untuk dibantu oleh psikolog dan pekerja sosial. Petugas juga berusaha menyatukannya kembali dengan keluarga kandungnya.

Camasmie mengatakan saat ini, korban memiliki pensiun bulanan sekitar USD1.560.

Sementara itu, profesor telah diskors oleh Universitas Patos de Minas dan mereka mengambil semua tindakan hukum.

Jaksa mencoba untuk mencapai kesepakatan dengan keluarga untuk mendapatkan kompensasi bagi korban. Jika terbukti bersalah di pengadilan, terdakwa bisa menghadapi hukuman penjara delapan tahun.

Seorang pengacara dari terdakwa mengatakan keluarga tersebut telah dinyatakan bersalah sebelum kasus tersebut dibawa ke pengadilan.

Seperti diketahui, pemberantasan perbudakan rumah tangga sulit dilakukan di Brasil karena pengawas ketenagakerjaan diharuskan mendapatkan surat perintah dari hakim untuk memasuki rumah yang dicurigai memperbudak seseorang. Untuk mendapat izin, petugas harus menunjukkan bukti dari korban jika mereka sedang dieksploitasi.

Meskipun perbudakan telah dihapuskan sekitar 130 tahun yang lalu di Brasil, namun perbudakan modern telah mengambil berbagai bentuk di negara tersebut.

Mayoritas kasus terjadi di pembantu rumah tangga di pertanian dan pabrik tekstil. Menurut The Brazilian Report, sekitar 53.000 pekerja telah diselamatkan dari kondisi perbudakan negara itu sejak 1995 lalu.

Dari 3.513 pekerja yang diselamatkan antara 2017 dan 2019, hanya 21 orang yang ditemukan di sektor pekerja rumah tangga.

“Sangat jarang menerima pengaduan (tentang perbudakan rumah tangga) ... karena kebanyakan (korban) tidak pernah menyadari bahwa mereka dianiaya,” kata jaksa penuntut tenaga kerja Ana Lucia Stumpf Gonzalez.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini