Share

Pesan Paus Fransiskus di Hari Natal Tengah Pandemi Covid-19

Agregasi Sindonews.com, · Jum'at 25 Desember 2020 06:46 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 25 18 2333624 pesan-paus-fransiskus-di-hari-natal-tengah-pandemi-covid-19-2DZ083iKx0.jpg Paus Fransiskus (foto: Reuters)

VATIKAN - Paus Fransiskus merayakan Misa Malam Natal sederhana yang dibuat suram oleh pandemi virus corona baru (Covid-19) pada hari Kamis 24 Desember 2020. Pada momen tersebut, dia mengatakan, orang harus merasa berkewajiban untuk membantu mereka yang membutuhkan karena Yesus sendiri terlahir sebagai orang buangan yang miskin.

Misa diadakan di bagian belakang Basilika Santo Petrus dengan kurang dari 100 peserta dan hanya sejumlah kecil kardinal dan uskup. Biasanya diadakan di bagian utama basilika dan dihadiri hingga 10.000 orang, termasuk korps diplomatik yang mewakili hampir 200 negara.

Baca juga:  Ini Alasan Vatikan Sebut Vaksin Covid-19 dari Sel Jaringan Janin Hasil Aborsi Bisa Diterima secara Moral

Setiap orang kecuali Paus dan paduan suara kecil mengenakan masker selama Misa, yang dimulai dua jam lebih awal dari biasanya sehingga bahkan sejumlah orang yang hadir dapat pulang ke rumah pada pukul 22.00 malam.

"Anak Tuhan dilahirkan sebagai orang buangan, untuk memberi tahu kita bahwa setiap orang yang terbuang adalah anak Tuhan," kata pemimpin Vatikan tersebut dalam homilinya, seperti dikutip Reuters, Jumat (25/12/2020).

Baca juga: Usai Lantik Kardinal Baru, Paus Fransiskus Cium Tangan Paus Emeritus Benediktus

"Natal harus membuat setiap orang merenungkan ketidakadilan kita terhadap begitu banyak saudara dan saudari kita, alih-alih mengejar keinginan tak berujung kita untuk memiliki dan kesenangan sesaat," kata Paus Fransiskus .

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

"Tuhan datang di antara kami dalam kemiskinan dan kebutuhan, untuk memberi tahu kami bahwa dalam melayani orang miskin, kami akan menunjukkan cinta kami kepada-Nya," kata paus berusia 84 tahun itu, yang merayakan Natal kedelapan masa kepausannya.

Pada hari Jumat, paus akan membacakan pesan "Urbi et Orbi (ke kota dan dunia)" dari sebuah aula di dalam Vatikan, alih-alih dari balkon pusat Lapangan Santo Petrus, sebuah peristiwa yang biasanya menarik puluhan ribu orang.

Orang Italia berada di bawah penguncian atau lockdown nasional untuk sebagian besar liburan Natal dan Tahun Baru. Toko-toko non-esensial akan tutup antara 24-27 Desember, 31 Desember-3 Januari 2021, dan 5-6 Januari 2021. Pada hari-hari ini, orang diperbolehkan melakukan perjalanan hanya untuk pekerjaan, alasan kesehatan atau alasan darurat.

Pembatasan tersebut berarti orang tidak akan dapat pergi ke Lapangan Santo Petrus atau basilika. Semua acara kepausan antara 24 Desember hingga 6 Januari berlangsung di dalam ruangan dengan sedikit atau tanpa partisipasi publik dan disiarkan langsung di internet dan televisi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini