Usai Lantik Kardinal Baru, Paus Fransiskus Cium Tangan Paus Emeritus Benediktus

Susi Susanti, Koran SI · Senin 30 November 2020 14:19 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 30 18 2318791 usai-lantik-kardinal-baru-paus-fransiskus-cium-tangan-paus-emeritus-benediktus-KtRA1t17EJ.jpg Foto: Reuters

VATIKAN - Paus Fransiskus terlihat mencium tangan Paus Emeritus Benediktus XVI setelah upacara konsistori untuk melantik 13 kardinal baru di Vatikan.

Fransiskus dan para kardinal baru mengunjungi Paus Emeritus Benediktus yang tinggal di seberang taman Vatikan di sebuah biara yang diubah, setelah upacara pada Sabtu (28/11) lalu.

Vatikan mengatakan Benediktus, 93, sangat gembira dengan kunjungan itu dan memberkati mereka.

Kunjungan ini terjadi setelah Paus Fransiskus mengangkat 13 kardinal baru ke peringkat tertinggi dalam hierarki Katolik.

Adapun dua kardinal diantaranya yang berasal dari Brunei dan Filipina, tidak bisa datang ke Roma karena pembatasan perjalanan akibat pandemi Covid-19. Namun wajah keduanya ditampilkan di layar raksasa di Basilika Santo Petrus yang hampir kosong.

(Baca juga: Demi Vibrator, Pria Ini Nekat Masuk Tanpa Izin ke Universitas)

Sepanjang upacara pengangkatan yang berlangsung selama 45 menit ini, para kardinal baru dan lama mengenakan masker.

Sebagian besar mereka melepas masker ketika mereka mendekati Paus Fransiskus untuk menerima topi merah mereka. Namun Kardinal Wilton Gregory, kardinal Afrika-Amerika pertama, tetap mengenakannya.

Melalui khotbahnya, Paus Fransiskus memperingatkan para kardinal baru agar tidak terkena masalah korupsi atau menggunakan pangkat baru mereka untuk kemajuan pribadi. Dia mengatakan hanya karena mereka memiliki gelar baru, “Eminence”, bukan berarti mereka bisa sewenang-wenang. Mereka juga diperingatkan tidak menggunakan gelar mereka untuk keuntungan pribadi yang korup.

Komentarnya ini dinilai mencerminkan keluhan Paus Fransiskus yang kerap disampaikan tentang arogansi kelas ulama, serta perjuangannya saat ini untuk memerangi korupsi dalam hierarki Vatikan.

“Mari kita pikirkan begitu banyak jenis korupsi dalam kehidupan kependetaan,” terangnya, dikutip Daily Mail. Khotbah ini berbeda yang teks yang telah disediakan sebelumnya.

“Jika mereka menganggap diri mereka begitu agung, Anda tidak akan menjadi pendeta yang dekat dengan orang-orang, Anda hanya akan menjadi Yang Mulia. Dan jika Anda merasa seperti ini, Anda akan menyimpang dari jalan,” terangnya.

Sebagai informasi, upacara yang dikenal sebagai konsistori ini adalah yang ketujuh dari kepausan Fransiskus dan mencerminkan upaya Paus untuk menunjuk para kardinal dari tempat-tempat yang belum pernah diadakan sebelumnya atau ingin menyoroti pelayanan di gereja tertentu.

Sembilan orang berusia di bawah 80 tahun dan memenuhi syarat untuk memberikan suara dalam sebuah konklaf untuk memilih paus baru, yang selanjutnya memperkuat mayoritas uskup usia pemilih yang ditunjuk Paus Fransiskus di Kolese Kardinal.

Adapun para calon kardinal dan tamu lainnya yang datang ke Roma untuk kebaktian pada Sabtu (21/11) harus menjalani karantina selama 10 hari yang diamanatkan Vatikan. Setiap makanan dibawa langsung ke kamar masing-masing.

Biasanya, konsistori penuh dengan pesta dan keramaian, dengan hari perayaan, misa dan makan malam untuk para kardinal baru dan teman-teman mereka. Konsistori itu sendiri biasanya diikuti dengan “kunjungan kehormatan”, yakni para kardinal baru menyapa simpatisan dan masyarakat umum dari kemegahan ruang resepsi mereka sendiri di Apostolic Palace atau auditorium Vatikan. Namun karena pandmei Covid-19, tahun ini tidak ada kunjungan kehormatan, dan setiap kardinal diberi batasan 10 tamu.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini