Anjing Ini Bertugas Mengendus Covid-19 Para Penumpang di Bandara

Susi Susanti, Koran SI · Jum'at 25 Desember 2020 15:23 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 25 18 2333819 anjing-ini-bertugas-mengendus-covid-19-para-penumpang-di-bandara-v8YvSlvjnK.JPG Foto: Reuters

SANTIAGO - Di tengah pandemi Covid-19 yang semakin tinggi di Chile, anjing pun diberikan tugas khusus.

Sebuah tim yang terdiri dari anjing Golden Retriever dan Labrador terlihat duduk saat terus mengendus penumpang yang terinfeksi Covid-19 di bandara internasional Santiago Chile.

Dikutip Reuters, anjing-anjing itu memakai jaket “biodetektor” hijau dengan tanda silang merah. Usai mengendus mencari bau virus corona, anjing-anjing itu mendapatkan camilan. Polisi Carabinero Chile diketahui telah melatih anjing-anjing itu.

Nantinya penumpang di pos pemeriksaan kesehatan bandara menyeka leher dan pergelangan tangan mereka dengan kain kasa yang kemudian dimasukkan ke dalam wadah kaca dan dikirim ke anjing. Nantinya anjing-anjing itu akan mengendus untuk mendeteksi apakah penumpang itu terkena Covid-19 atau tidak.

Inspektur Jenderal Esteban Diaz mengatakan anjing memiliki lebih dari 3 juta reseptor penciuman, lebih dari 50 kali lipat reseptor manusia, jadi ditempatkan secara unik untuk membantu melawan virus corona.

Sebelumnya praktik serupa juga telah dilakukan di bandara di Uni Emirat Arab dan Finlandia.

(Baca juga: Unik, Sinterklas Tunggangi Gajah Berikan Hadiah Masker)

Sebuah penelitian baru-baru ini menemukan anjing dapat mengidentifikasi individu yang terinfeksi dengan akurasi 85% hingga 100% dan menyingkirkan infeksi dengan akurasi 92% hingga 99%.

Anjing pelacak memang terkenal karena menemukan obat-obatan dan bahan peledak. Namun sebelumnya anjing-anjing ini juga telah dilatih untuk mendeteksi malaria, kanker, dan penyakit Parkinson.

Infeksi virus corona di Chile diketahui turun dari puncaknya pada Juni lalu. Tapi mulai meningkat lagi dengan rata-rata sekitar 2.000 kasus baru dilaporkan setiap hari.

Chile mencatat total 589.189 kasus yang dikonfirmasi dan 16.217 kematian akibat virus tersebut.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini