Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Sydney Larang Pertemuan Besar Malam Tahun Baru

Rahman Asmardika , Jurnalis-Senin, 28 Desember 2020 |16:14 WIB
Sydney Larang Pertemuan Besar Malam Tahun Baru
Foto: Reuters.
A
A
A

MELBOURNE - Sydney, salah satu kota besar pertama di dunia yang menyambut setiap Tahun Baru dengan hitung mundur publik dan pertunjukan kembang api di atas Opera House-nya yang terkenal, telah melarang pertemuan besar di malam tersebut karena pandemi virus corona.

Kasus Covid-19 di kota pantai utara Australia itu kembali meningkat pada pertengahan Desember, dan saat ini mencatat 125 kasus setelah lima infeksi baru tercatat pada Senin (28/12/2020). Sekira seperempat juta orang di Sydney berada di dalam lockdown ketat hingga 9 Januari.

BACA JUGA: Indomie Disebut Sebagai Penyebab Melonjaknya Angka Kehamilan Remaja di Ghana

Situasi ini menyebabkan pembatasan lebih lanjut dari rencana yang telah dipersiapkan untuk Malam Tahun Baru. Perdana Menteri New South Wales (NSW) Gladys Berejiklian melarang kebanyakan orang datang ke pusat kota Sydney malam itu dan membatasi pertemuan di luar ruangan hingga 50 orang.

“Kami tidak ingin membuat acara penyebaran super (super spreader) pada Malam Tahun Baru, yang kemudian merusaknya untuk semua orang di seluruh negara bagian,” kata Berejiklian dalam konferensi pers sebagaimana dilansir Reuters. Dia menambahkan bahwa menonton kembang api dari rumah adalah cara yang 'teraman' untuk melakukannya.

“Pada Malam Tahun Baru, kami tidak ingin ada orang banyak di tepi pantai sekitar Sydney sama sekali,” katanya.

BACA JUGA: Covid-19 Jenis Baru Terdeteksi di Korea Selatan, Rencana Vaksinasi Dipercepat

Hanya penduduk dengan izin tempat perhotelan di pusat kota yang akan diizinkan berada di sana pada Malam Tahun Baru. Rumah tangga di seluruh Sydney hanya diizinkan menampung 10 orang sampai pemberitahuan lebih lanjut.

Polisi NSW telah mengeluarkan 15 pemberitahuan di Sydney karena melanggar perintah kesehatan masyarakat sejak Malam Natal.

“Saya akan mengatakan kepada orang-orang yang setengah berpikir untuk melakukan sesuatu yang bodoh dalam beberapa hari mendatang, lupakan saja,” kata Menteri Kesehatan NSW Brad Hazzard.

Menteri kesehatan Australia, Greg Hunt, mendukung pembatasan Sydney.

“Apa yang kami lakukan sudah berhasil,” katanya.

Karena penutupan perbatasan yang cepat, penguncian, pengujian yang meluas, jarak sosial, dan tingkat kepatuhan publik yang tinggi terhadap tindakan anti-virus, Australia telah mencatat lebih dari 28.300 infeksi dan 908 kematian terkait dengan virus corona.

Para pejabat mengatakan ini memberi waktu kepada regulator untuk mengevaluasi vaksin tanpa tekanan dari meningkatnya kasus COVID-19, seperti yang terjadi di sebagian besar Eropa dan Amerika Serikat.

"Pendekatan kami adalah di bawah janji dan memberikan berlebihan," kata Hunt, menegaskan kembali bahwa pemerintah berpegang pada jadwal Maret untuk memulai vaksinasi.

(Rahman Asmardika)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement