BOGOR - Puluhan kendaraan yang menuju Jalur Puncak diputar balik di Simpang Gadog, Kabupaten Bogor. Mereka diputar balik karena tidak bisa menunjukan hasil rapid tes antigen kepada petugas.
"Hari ini total kendaraan yang diputar balik ada 40 kendaraan. Mayoritas itu mobil plat B dan A yang tidak membawa hasil rapid tes antigen," kata Kanit Turjawali Satlantas Polres Bogor Ipda Ardian Novianto, kepada Okezone, Rabu (30/12/2020).
Baca juga: Kurangi Beban Puncak, Pemkab Bogor Cari Kawasan Wisata Alternatif
Dalam Operasi Yustisi ini, aparat gabungan juga membubarkan kerumunan wisatawan dari Gunung Mas sampai Puncak Pass. Termasuk menertibkan pedagang kali lima (PKL) sepanjang jalur tersebut.
"Total PKL yang ditertibkan 22 lapak," jelasnya.
Baca juga: Ini Jadwal Penutupan Jalur Puncak saat Malam Tahun Baru
Hal ini, telah sesuai dengan surat Seruan Bupati Bogor Nomor : 423/COVID-19/Sekret/XII/2020. Diharapkan, masyarakat ataupun wisatawan dapat mematuhi aturan tersebut untuk mencegah penularan covid-19 selama masa libur Tahun Baru 2021.
"Operasi Yustisi masker sekaligus pemeriksaan hasil rapid test antigen covid-19 wisatawan menuju Puncak berjalan aman dan kondusif walaupun terkendala cuaca hujan," tutup Ardian.
Seperti diketahui, wisatawan yang akan berlibur di wilayah Kabupaten Bogor diminta untuk menunjukan surat keterangan hasil rapid tes antigen. Hal tersebut dalam rangka mencegah penyebaran covid-19 selama masa libur Natal dan Tahun Baru 2021 (Nataru).
Hal itu tertuang dalam Seruan Bupati Bogor Nomor : 423/Covid-19/Sekret/XII/2020 terkait pengendalian kegiatan masyarakat dalam upaya pencegahan covid-19 pada libur Natal dan Tahun Baru.
Kemudian, dilarang untuk menggelar pesta perayaan Tahun Baru baik di dalam maupun luar ruangan. Sekaligus dilarang menjual atau menggunakan terompet, petasan, kembang api dan sejenisnya.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.