Gerakan serentak
Babinsa Desa Polagan, Kecamatan Galis, Pamekasan Koptu Dedy Krisna merupakan satu dari 178 personel TNI yang ditugaskan menjadi petugas menjaga keamanan dan ketertiban di semua desa yang ada di Pamekasan.
Pada masa pandemi Covid-19 ini, tugas para babinsa tersebut tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban saja, akan tetapi juga bertanggung jawab dalam menerapkan pelaksanaan disiplin protokol kesehatan di kalangan masyarakat desa yang menjadi binaannya.
Para prajurit ditugaskan membantu berbagai jenis kegiatan yang dilakukan oleh Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 di berbagai tingkat yang digelar di desa binaan mereka.
"Jika dulu musuh kita melawan penjajah, saat ini melawan penyebaran virus corona ini," kata Komandan Kodim 0826 Pamekasan Letkol Inf Tejo Baskoro, saat menyampaikan arahan dan pembekalan tentang peran TNI dalam ikut mencegah penyebaran Covid-19.
Di era pandemi Covid-19 ini, TNI di Pamekasan tidak hanya bertugas membantu petugas medis dari dinas kesehatan (dinkes) saja, akan tetapi semua organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Pamekasan yang melakukan kegiatan dalam pencegahan dan penanggulangan Covid-19.
Bahkan, menurut Dandim, musuh yang dihadapi negara dan bangsa Indonesia saat ini bisa lebih berbahaya dari pada saat mengusir penjajah, karena yang dihadapi tidak nampak.
Maka, upaya serius dan totalitas peran TNI dalam ikut membantu dan mencegah penyebaran virus corona jenis baru tersebut melalui penegakan disiplin protokol di kalangan masyarakat harus terus dilakukan.
Sementara itu, berdasarkan data Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Pamekasan, sejak awal Desember 2020, jumlah kasus baru Covid-19 di kabupaten berpenduduk 800 ribu jiwa lebih ini terus meningkat.
Tercatat setiap hari rata-rata antara tiga hingga lima orang warga Pamekasan terkonfirmasi positif terpapar Covid-19.
Pada 31 Desember 2020 misalnya, Satgas Covid-19 Pemkab Pamekasan melaporkan sebanyak 23 warga terkonfirmasi positif terpapar Covid-19, dan pada 1 Januari 2021 atau hari pertama di Tahun 2021, sebanyak 11 warga Pamekasan terkonfirmasi positif terpapar Covid-19.
Selain upaya keras dari berbagai instansi pemerintah, kepatuhan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan dan mematuhi anjuran pemerintah, termasuk dari para bainsa, akan sangat membantu upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Datang vaksin dan kemudian dilanjutkan dengan vaksinasi yang pada gelombang pertama akan menyasar tenaga medis, bukan menjadi alasan bagi warga untuk abai pada protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19. Meminjam istilah TNI, perang melawan virus ini harus dihadapi bersama dalam kebersatuan antara pemerintah dengan masyarakat. Semoga Indonesia segera bersih dari Covid-19.
Hingga 1 Januari 2021, Satgas Covid-19 Pemkab Pamekasan melaporkan, warga di kabupaten itu yang terkonfirmasi positif terpapar Covid-19 sebanyak 781 orang, dengan perincian, 184 orang diisolasi, 535 orang sembuh dan sebanyak 62 orang meninggal dunia.
Warga yang terdata suspect Covid-19 sebanyak 1.114 orang, dengan rincian 31 orang dalam pengawasan, 1.003 orang selesai pengawasan dan 80 orang lainnya meninggal dunia.
Sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Pamekasan, seperti Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata, Direktur RSUD dr Slamet Martodirjo Pamekasan terkonfirmasi positif terpapar Covid-19.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Pamekasan Marsuki menyatakan, meningkatnya kasus Covid-19 itu karena warga mulai abai terhadap penegakan disiplin protokol kesehatan, setelah kasus sempat melandai.
Gerakan serentak membantu pencegahan penyebaran Covid-19 yang dilakukan TNI dari berbagai tingkatan, mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan dan desa, menurut Marsuki akan sangat membantu dalam mencegah penyebaran virus corona melalui penegakan disiplin protokol kesehatan.
(Angkasa Yudhistira)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.