Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pengadilan Tutup Kasus Remaja Hilang dan Tewas di Malaysia, Dinyatakan Kemungkinan Besar Tersesat

Susi Susanti , Jurnalis-Senin, 04 Januari 2021 |19:14 WIB
Pengadilan Tutup Kasus Remaja Hilang dan Tewas di Malaysia, Dinyatakan Kemungkinan Besar Tersesat
Foto: CNN
A
A
A

MALAYSIA - Pengadilan Malaysia mengumumkan menutup penyelidikan atas kematian seorang remaja Irlandia setelah mayatnya ditemukan di hutan.

Diketahui, remaja ini diketahui hilang saat liburan keluarga. Pada Agustus 2019, Nora Anne Quoirin, 15, ditemukan di jurang dekat resor liburan Dusun tempat keluarganya menginap di Seremban, sekitar 70 kilometer selatan ibu kota Malaysia.

Pada Senin (4/1), Pengadilan Coroner Seremban menutup penyelidikan. Pengadilan menilai tidak ada cukup bukti untuk menunjukkan adanya kejanggalan dalam kematian Quoirin.

Polisi sebelumnya mengesampingkan hal itu, tetapi keluarganya mempertanyakan temuan itu dan mengatakan dia tidak pernah meninggalkannya secara sukarela.

Malaysia membuka kembali pemeriksaan kematian pada Agustus lalu atas permintaan keluarga. Proses ini dilakukan secara streaming online karena pembatasan virus corona.

Pengadilan memutuskan tidak ada seorang pun yang terlibat dalam kematian Quoirin dan kemungkinan besar dia tersesat di hutan.

“Lebih besar kemungkinannya dia meninggal karena kecelakaan,” terang petugas koroner Maimoonah Aid di pengadilan, dikutip CNN.

(Baca juga: Penerima Vaksin Pertama Oxford-AstraZeneca di Dunia Merasa Sangat Senang dan Bangga)

“Bagi saya untuk berspekulasi dan menganggap tindakannya dan keterlibatan pihak ketiga tanpa bukti apa pun, itu akan menjadi pelanggaran tugas saya sehingga penyelidikan dengan ini ditutup,” ujarnya.

Sementara itu, pengacara keluarga menolak mengomentari keputusan pengadilan ini. Kedua orangtua Quorin, Sebastien dan Meabh Quoirin, tampak serius dalam proses pengadilan saat keputusan dibacakan.

Ibunya Meabh, salah satu dari hampir 50 saksi yang bersaksi pada pemeriksaan tersebut, mengatakan dia yakin putrinya bisa saja diculik dan menuduh pihak berwenang tidak menanggapi kekhawatirannya dengan serius.

Namun, polisi mengatakan tidak ada bukti Quoirin diculik dan bersikeras jika penyelidikan mereka dilakukan secara menyeluruh.

Otopsi telah menetapkan Quoirin meninggal karena pendarahan internal. Hal ini mungkin disebabkan oleh rasa lapar dan stres yang berkepanjangan.

(Susi Susanti)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement