Lantas bagaimana dengan warga lainnya? Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan program vaksinasi untuk lebih dari 100 juta orang di Indonesia tentu akan membutuhkan waktu yang tidak sebentar.
Untuk itulah, Sri Mulyani menekankan pentingnya terus mematuhi dan disiplin menjalankan protokol kesehatan sebelum vaksin benar-benar bisa menyasar ke sebagian besar masyarakat.
"Untuk bisa memberikan vaksin kepada lebih 100 juta orang di Indonesia akan dibutuhkan waktu, dan oleh karena itu dalam proses itu disiplin kesehatan masih sangat menentukan," kata Sri Mulyani, Senin 14 Desember 2020.
Sementara itu, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyatakan Indonesia butuh 426 juta dosis vaksin Covid-19. Jumlah ini terdiri atas vaksin yang akan digunakan untuk masyarakat dan 15 persen untuk cadangan sebagaimana ketentuan Badan Kesehatan Dunia alias WHO.
Baca juga: Dikawal Ketat Pasukan Brimob, 20 Ribu Vaksin Sinovac Tiba di Jambi
"Dari 269 juta masyarakat Indonesia, kalau kita mau mengejar herd immunity usia di atas 18 tahun ada 188 juta. Dari 188 juta ini kalau kita keluarkan yang memiliki komorbid berat, kalau kita keluarkan yang pernah Covid-19, kita keluarkan ibu hamil, dan kita keluarkan yang menjadi ekslusi, yang jadi target vaksinasi adalah 181 juta rakyat," ujar Budi, Selasa (29/12/2020).
Budi menghitung, tiap satu warga negara membutuhkan dua dosis vaksin Covid-19. Sedangkan WHO juga sudah memberikan ketentuan bahwa pemerintah harus mempersiapkan 15 persen vaksin virus corona sebagai cadangan. Bila ditotal, maka jumlah vaksin yang dibutuhkan sebanyak 426 juta dosis.
Gratis untuk Semua
Awalnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan vaksinasi Covid-19 terbagi dalam dua segmen, yakni program dan mandiri. Vaksinasi program gratis dari pemerintah, sedangkan mandiri dibayar sendiri oleh masyarakat.