Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Perawat yang Positif Covid-19 Usai Disuntik Vaksin, Mengaku Marah dan Sedih

Susi Susanti , Jurnalis-Jum'at, 08 Januari 2021 |15:11 WIB
Perawat yang Positif Covid-19 Usai Disuntik Vaksin, Mengaku Marah dan Sedih
Foto: Reuters
A
A
A

INGGRIS - Seorang perawat Layanan Kesehatan Nasional (NHS) yang tertular Covid-19 tiga minggu setelah divaksinasi mengaku sangat marah dan sedih.

Perawat rumah sakit yang bekerja di wilayah Hywel Dda University Health Board ini mengatakan semangat kerja rekan-rekannya juga ikut turun.

“Saya merasa sangat bersalah - fakta bahwa saya membuat keluarga saya tidak sehat. Ini memilukan. Saya merasa kecewa, marah dan kesal melihat bagaimana pekerja garis depan diperlakukan,” terang perawat yang tidak disebutkan namanya itu, dikutip BBC.

Bekerja di garis depan NHS, awalnya dia merasa lega karena ditawari kesempatan untuk mendapatkan vaksin di tengah jadwalnya yang sibuk mengurus pasien Covid-19. Dia pun akhirnya menerima dosis pertama vaksin Pfizer-BioNtech bulan lalu.

(Baca juga: Tolak Bantu Tetangga yang Miliki Hubungan dengan Klan Mafia, Wanita Ini Dibunuh dan Dijadikan Makanan Babi)

“Itu memberi saya ketenangan pikiran. Itu membuat saya merasa lebih aman dan bahwa saya melakukan hal yang benar untuk keluarga saya, tapi itu memberikan rasa aman yang palsu,” katanya.

Perawat dari Wales barat ini mengatakan dia diberitahu dibutuhkan 10 hari agar vaksin menawarkan perlindungan dan mengurangi risiko penularan.

Namun tiga minggu setelah suntikan, dia mulai merasa tidak enak badan dan terkejut ketika dia dinyatakan positif terkena virus corona.

(Baca juga: Sebut Vaksin Sinopharm Paling Tidak Aman di Dunia dan Miliki 73 Efek Samping, Dokter Ini Minta Maaf)

“Saya mengalami gejala yang cukup parah - batuk yang sangat parah, suhu tinggi, sesak napas dan itu tiga minggu setelah mendapat vaksin. Saya ketakutan karena ingat keluarga saya,” terangnya.

Meski sudah menjalankan protokol kesehatan (prokes) dengan ketat, namun suami dan salah satu anaknya juga dinyatakan positif.

“Dalam beberapa hari kami jatuh seperti lalat dan gejala keluarga saya lebih parah dari saya,” tambahnya.

Kendati demikian, dia mengatakan dirinya mengerti jika tenaga medis akan mendapatkan prioritas untuk suntikan vaksi yang kedua.

“Saya merasa sangat yakin bahwa pekerja garis depan perlu diprioritaskan karena sangat mudah menular dan kami tidak tahu apa yang kami bawa pulang untuk keluarga kami,” tambahnya.

“Saya sangat gugup untuk kembali ke bangsal. Kami tidak tahu di mana posisi kami dengan vaksin kedua dan seberapa besar perlindungan yang diberikannya,” bebernya.

Dia juga mengaku kecewa dengan manajer rumah sakit dan mengatakan hal ini telah mempengaruhi keluarganya.

“Saya telah melihat betapa buruknya hal ini mempengaruhi keluarga saya. Saya ingin orang-orang melihat apa yang kami hadapi dan betapa tidak terlindungnya kami,” katanya.

“Saya merasa keluarga saya dikecewakan. Seharusnya ada peluncuran untuk keluarga pekerja garis depan, terutama yang memiliki anak,” urainya.

“Perawat banyak bersedih, merasa tidak terlindungi dan tidak didukung,” ujarnya.

Terkait hal ini, dewan kesehatan mengatakan vaksinasi menawarkan perlindungan terbaik yang kami miliki, tetapi tidak ada vaksin yang 100% efektif”.

Sementara itu, Asosiasi Tenaga Medis Inggris (BMA) di Cymru Wales, mengatakan tidak ada bukti yang mendukung menunggu 12 minggu untuk dosis vaksin kedua.

Mereka juga menyatakan keprihatinan tentang lamanya waktu antar dosis.

Ketua BMA Dr David Bailey, mengatakan rencana itu menempatkan orang pada risiko.

“Kami juga sangat prihatin vaksin Pfizer memiliki data yang buruk untuk vaksin pertama yang mencegah penularan,” ujarnya.

“Keluarga kami tidak memilih untuk terpapar Covid dalam dosis yang jauh lebih tinggi, jadi kami merasa benar bahwa kami harus melindungi petugas kesehatan dan keluarga mereka,” ungkapnya.

(Susi Susanti)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement